Opini,kabardaily.com – Manusia harus senantiasa berpikir positif, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama manusia lainnya. Berpikir positif kepada Tuhan terhadap takdir yang sudah digariskan dengan syarat kita wajib berikhtiar dan do’a atas suatu usaha kebaikan, selanjutnya Tuhan yang menentukan.
Kepada manusia lainnya kita juga tunjukan sikap positif terhadap suatu keadaan dengan syarat kita harus memberi solusi terhadap permasalahan tersebut dengan penuh bijaksana dan menghargai.
Banyak ayat dan hadis dalam Islam yang mengingatkan ummat manusia agar senantiasa berpikir positif, seperti beberapa ayat dan hadis berikut ini :
“Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu” (Adh Dhuha: 3)
“Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
“Aku sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku.” (HR.Muslim).
Berpikir positif sangat penting dalam kehidupan, berpikir positif berperan untuk menentukan bagaimana seseorang dapat menjalani rutinitas kehidupan dengan penuh kebahagian, dengan pikiran yang bersih akan jiwa terasa ringan tanpa beban. Membangun pikiran yang positif akan tercermin dari sikap yang bijaksana, mampu mengenali dan mengungkapkan emosi dengan lebih terkontrol.
Membiasakan diri untuk berpikir positif dan terus berusaha menjaganya dalam kehidupan, akan membuat jiwa menjadi lebih tabah dalam menghadapi cobaan yang diberikan Tuhan.
Manusia yang mampu bersikap positif apabila mengalami kemalangan attau keterpurukan akan lebih mampu bangkit tanpa putus asa serta menyusun rencana jangka panjang yang lebih baik lagi.
Berikut beberapa kiat agar kita dapat membangun dan tetap terus berpikir positif :
1. Mengenal Allah
Dalam Islam berpikir positif diawali dengan mengenal Allah terlebih dahulu, dalam hal ini tentu kita harus paham hal yang mendasar adalah menjalankan semua perintahNya dan meninggalkan laranganNya. Allah maha pemurah dan menyayangi semua makhluk-Nya. Menganugerahkan rezeki kepada semua makhluk ciptaanNya baik tumbuhan, hewan, manusia dan makhluk lainnya. Meskipun terkadang karena ketidak ta’atan manusia maka tidak semua menyadari akan hal tersebut.
Allah SWT memberikan akal kepada manusia, untuk dapat menerima dan memperoleh petunjuk terhadap segala hal perintah Allah. Begitu pula dalam hal berpikir positif, Islam menganjurkan untuk selalu berpikir positif kepada pencipta agar terus melakukan hal-hal terpuji yang akan berpengaruh besar dalam kehidupan seseorang. Kodrat manusia adalah makhluk tidak sempurna dan saling membutuhkan maka tidak ada manusia bisa melakukan suatu hal tanpa bantuan orang lain.
2. Berusaha berubah
Kita menyadari untuk perubahan butuh waktu, begitu juga mungkin dengan sebagian orang yang belum maksimal dalam membangun jiwa agar dapat berpikir positif, akan tetapi bila dibangun dengan konsisten maka kondisi tersebut akan kita capai.
Bagaimana caranya, evaluasi dan temukan sikap positif dalam diri lalu kembangkan sifat-sifat baik tersebut. Konsentrasi dan fokus pada sifat baik kita supaya tercipta pengalaman emosional yang lebih positif, dengan demikian kita lebih mudah mengatasi masalah dalam kehidupan.
Kita harus mewaspadai pikiran negatif tersebut terus berusaha melawannya dan tetap berpikir positif, jangan putus asa serta tetap berusaha fokus pada hal yang berlandaskan islam. Memikirkan penyebab pengaruh negatif yang dapat mengganggu pikiran positif serta terlalu memikirkan apa yang sudah terjadi, bisa membuat perilaku kita cenderung berpikiran negatif.
3. Hilangkan perbandingan
Hal selanjutnya yang perlu dibangun agar berpikir positif adalah jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Potensi pribadi manusia pasti berbeda dengan manusia lain. Kita harus sadar bahwa gambaran seseorang yang kita lihat mungkin berbeda dengan gambaran yang sebenarnya. Kondisi yang kita lihat mungkin hanya sebagian dari kenyataan yang sesungguhnya. Kebiasaan membandingkan diri kita dengan orang lain perlu dihindari. Bila sikap membandingkan dihindari maka kita akan bisa membuat kesimpulan yang objektif kepada orang lain.
4. Mengaktualisasi diri
Aktualisasi diri bermakna seseorang dapat menerima keadaan tetapi tetap bisa menggali bakat dan potensi yang dia miliki untuk terus mengaktualisasi dirinya agar bermanfaat bagi yang lain serta terus berusaha melihat kekurangan untuk terus diperbaiki.
Dengan aktualisasi diri akan kita temukan kebahagiaan dimana unsur tersebut salah satu keinginan nyata manusia, bila tidak berusaha untuk terus mengaktualisasi diri maka tidak akan terjadi kebahagiaan, maka kehidupan akan tampak benar-benar terpuruk.
5. Lingkungan dan sahabat yang tepat
Salah satu komponen berpengaruh untuk pembentukan karakter kita adalah lingkungan, lingkungan pergaulan salah satu faktor yang membentuk sikap perilaku dan cara kita berinteraksi dengan orang lain. Era global dan media sosial yan maju pesat akan sangat mempengaruhi perilaku dan tindakan kita.
Sahabat-sahabat di lingkungan sekitar juga memiliki pengaruh yang kuat dan besar terhadap cara pandang seseorang, baik positif maupun negatif. Apabila kita berada bersama teman yang suka mengeluh akan mempengaruhi kita dan terjebak dalam pikiran yang negatif.
Dalam Islam kita dilarang untuk berkeluh kesah maka hindari teman yang memiliki watak tersebut. Pilih sahabat yang berjiwa teguh dan berahklak mulia yang selalu memberikan motivasi, dukungan dan berpikir positif setiap saat.
6. Jangan lari dari masalah
Sejatinya semua persoalan hidup adalah cobaan dari Allah SWT. Baik berupa teguran atas apa yang sudah kita perbuat mungkin tidak diridhai Allah maupun ujian untuk menguji ketabahan kita. Problema kehidupan adalah kenyataan, tidak ada problema berarti kita tidak hidup, fluktuatif dalam kehidupan adalah lumrah dan alami. Orang yang selalu berpikirr positif masalah hidup akan dihadapi dengan berani.
Manusia yang menghadapi masalah tentu pikiran menjadi kusut dan buntu, akan tetapi bila kia memiliki jiwa yang tenang, berserah diri dan memohon kepada Allah agar ditunjukan jalan keluar maka semua persoalan akan dapat diselesaikan dengan baik dan bijak.
Dalam menghadapi masalah pikiran bersifat positif atau negatif seperti magnet. Ketika menghindar untuk menyelesaikan masalah, maka masalah tersebut akan berlanjut atau bertambah buruk. Dengan berserah diri dan sering membiasakan berpikir positif ,maka semakin mendominasi pikiran mencapai tujuan dengan cara yan baik.
7. Selalu Optimis dan semanggat
Hidup harus optimis dan penuh semangat. Orang yang optimis dan penuh semangat sudah pasti memiliki pikiran yangg positif. Sikap optimis erat hubungannya dengan cita-cita yang ingin dicapai masa depan. tentu sikap optimis include dengan apa yang sedang kita kerjakan hari ini akan membuahkan hasil di masa depan.
Orang yang optimis tidak akan membuang waktu dan tenaga untuk dihabiskan dengan kegiatan yang tidak berguna, karena dipikiran dia sudah yakin dan tertanam akan hal-hal positif serta apa yang diusahakannya akan dikabulkan Allah SWT.
8. Pribadi yang terbuka
Memiliki sifat terbuka bukan berarti buka-bukaan. Dengan sifat terbuka kita akan mudah bergaul dan disenangi oleh orang lain. Bila kita tidak terbuka dan memiliki sifat tertuttup mungkin karena merasa takut orang lain menganggap salah atau rendah pada diri kita maka di sinilah awal tumbuhnya rasa tidak percaya kepada orang lain, sehingga akan timbul pikiran negatif, berpikir positif sudah terhambat oleh sikap ketidakterbukaan tersebut. Akibatnya adalah kita menjadi pribadi yang kurang percaya kepada orang lain, merasa sendirian. Ini akan merugikan diri kita sendiri.
9. Berbaik Sangka
Berbaik sangka diwajibkan dalam Islam, berbaik sangka kepada saudaranya sesama muslim maupun kepada manusia yang bukan muslim sekalipun. Dengan berbaik sangka akan mempererat hubungan antar manusia.
Orang yang memiliki sifat baik sangka, otomatis juga memiliki pikiran yang positif kepada orang lain. Namun yang selalu baik itu datang dari Allah, bahkan melalui kejadian buruk sekalipun. Kita harus berbaik sangka kepada manusia dengan pertimbangan sikap hati-hati dan bijaksana.
10. Ikhlas
Islam mengajarkan kepada umat manusia untuk bersikap ikhlas dalam segala perbuatan. Perilaku ikhlas ini ditandai dengan bersih hati, tulus hati dalam hal menjalin hubungan antar manusia dan tentunya memiliki banyak manfaat baik untuk dunia maupun akhirat.
Ikhlas akan bernilai ibadah bila diniatkan hanya kepada Allah SWT dan bukan untuk tujuan yang lain. Orang yang memiliki sifat ikhlas sudah pasti termotivasi untuk berpikir positif dalam bertindak .
Dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud dan An-Nasa’i dikatakan bahwa Allah SWT tidak akan menerima amal perbuatan kecuali yang dilakukan dengan ikhlas.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal perbuatan, kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridho-Nya.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i).
11. Hindari emosi negatif
Emosi merupakan gambaran dari perasaan manusia saat menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang berbeda. Emosi ini merupakan reaksi alamiah manusia terhadap berbagai kondisi yang terjadi. Reaksi emosi terbagi dua jenis yakni emosi negatif dan emosi positif, reaksi positif atau negatif tergantung bagaimana orang tersebut menyikapi suatu keadaan, bila dia menyikapi dengan bijak berarti emosi positif nya bereaksi begitu juga sebaliknya.
Banyak orang yang terbawa emosi negatif bila suatu keadaan terjadi tidak sesuai dengan yang dia harapkan dan langsung marah-marah, cacian kepada orang lain, berbicara di depan umum dengan suara keras dan ancaman. Orang yang memiliki emosi positif akan berbuat sebaliknya, dimana orang tersebut dapat mengontrol pikirannya, dapat berpikir jernih dan berpikir positif untuk mengambil satu tindakan yang tenang, bijaksana dan dapat menyelesaikan masalah.
Penulis : Juwita, pengembang kurikulum Disdikbud Aceh Besar.




















