KABARDAILY.COM – Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu. Sejak awal September hingga akhir November 2026, tim pengabdian kepada masyarakat lintas fakultas USK melaksanakan program pemberdayaan bagi anak-anak dan remaja di **UPTD Rumoh Sejahtera Aneuk Nanggroe (RSAN) atau Panti Sosial Anak Terlantar Aneuk Nanggroe, Dinas Sosial Aceh**.
Tim pelaksana terdiri atas Dr. Sulastri dari Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK; Dr. Marty Mawarpuri dari Psikologi, Fakultas Kedokteran (FK) USK; serta Prof. Dr. Ichwana dari Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian (FP) USK. Program ini juga melibatkan 18 mahasiswa dari FKIP, FK, dan FP yang berpartisipasi dalam kelompok kegiatan sesuai bidang ilmu dan peminatan masing-masing.

Kegiatan dirancang untuk mendukung pengembangan keterampilan hidup, kesejahteraan psikologis, kemandirian pangan, serta kewirausahaan berbasis lingkungan (*eco-entrepreneurship*). Pendekatan yang diterapkan memadukan pendampingan psikologis, edukasi pengelolaan limbah organik menjadi *eco enzyme*, dan praktik budidaya sayuran dengan sistem hidroponik.
Hidroponik sebagai Bekal Kemandirian Ekonomi Remaja

Kepala UPTD Rumoh Sejahtera Aneuk Nanggroe, Dr. Hasrati, S.E., M.M., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan hidroponik memiliki nilai strategis karena tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga membuka peluang bagi remaja untuk mengembangkan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan ketika mereka memasuki kehidupan mandiri.
“Program hidroponik ini sangat menarik. Selain hasilnya bisa dikonsumsi sendiri oleh anak-anak, keterampilan ini juga dapat menjadi bekal bagi mereka ketika berusia 18 tahun dan harus mulai hidup mandiri. Mereka diharapkan memiliki keterampilan produktif yang dapat dikembangkan secara ekonomi sebagai bekal untuk menjalani kehidupan ke depan,” ujar Hasrati.
Menurutnya, pengenalan keterampilan produktif sejak dini merupakan salah satu upaya penting untuk mempersiapkan remaja menghadapi masa transisi menuju kehidupan dewasa. Pengalaman menanam, merawat, dan memanen sayuran dapat menjadi pembelajaran nyata mengenai tanggung jawab, kedisiplinan, ketekunan, serta proses menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Keterampilan tersebut juga berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi kegiatan usaha sederhana apabila didukung pendampingan, sarana, dan pengelolaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, hidroponik tidak hanya menjadi aktivitas pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi salah satu pilihan keterampilan produktif yang relevan dengan kebutuhan masa depan remaja.
## Mengintegrasikan Kesehatan Psikologis dan Kepedulian Lingkungan
Selain hidroponik, program ini memberikan perhatian terhadap aspek psikologis anak-anak dan remaja RSAN. Melalui kegiatan dan pendampingan yang dirancang sesuai kebutuhan peserta, tim berupaya mendukung perkembangan diri, kepercayaan diri, keterampilan sosial, serta kemampuan beradaptasi.
Sementara itu, kegiatan pengolahan limbah organik menjadi *eco enzyme* memperkenalkan prinsip pemanfaatan sumber daya dan pengurangan sampah. Para peserta diajak memahami bahwa bahan organik dapat dikelola secara lebih bertanggung jawab, sementara kegiatan budidaya tanaman dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Keterpaduan kegiatan tersebut diharapkan membangun pengalaman belajar yang utuh. Remaja tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga berkesempatan mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, komunikasi, pemecahan masalah, dan jiwa kewirausahaan.
Melalui pendekatan *eco-entrepreneurship*, peserta diperkenalkan pada gagasan bahwa kegiatan produktif dapat menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Hasil budidaya sayuran dapat menjadi media pembelajaran tentang pangan sehat, literasi gizi, pengelolaan produksi, serta pengenalan nilai ekonomi suatu produk.
## Kolaborasi yang Berawal dari Perencanaan Bersama
Program pengabdian ini mulai direncanakan pada awal 2026 bersama Michael Octaviano, S.STP., yang saat itu menjabat sebagai Kepala RSAN dan kini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Sosial Aceh. Ia menunjukkan antusiasme terhadap rencana kerja sama dengan USK untuk mendukung pemberdayaan anak-anak dan remaja di lingkungan RSAN.
Meskipun kegiatan baru dapat direalisasikan setelah terjadi pergantian kepemimpinan, rencana kolaborasi tersebut tetap dilanjutkan bersama Kepala UPTD RSAN saat ini, Dr. Hasrati, S.E., M.M. Dukungan dan antusiasme Hasrati menjadi bagian penting dalam mewujudkan program yang telah dirancang sebelumnya.
Kolaborasi ini memperlihatkan pentingnya kesinambungan program pemberdayaan masyarakat. Gagasan yang dirancang bersama dapat terus dikembangkan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan, selama para pihak memiliki komitmen yang sama untuk memberikan manfaat bagi kelompok sasaran.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan akademik dalam konteks nyata. Interaksi dengan anak-anak dan remaja, kerja kelompok lintas fakultas, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial dan lingkungan diharapkan memperkuat kompetensi, empati, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
## Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Kegiatan ini sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau *Sustainable Development Goals* (SDGs). SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan didukung melalui penguatan keterampilan produktif yang berpotensi membuka peluang kemandirian ekonomi. SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera didukung melalui perhatian terhadap kesejahteraan psikologis dan pengenalan pangan sehat.
SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan kecakapan hidup. SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab diperkuat melalui edukasi pengelolaan limbah dan praktik produksi yang lebih bertanggung jawab. Sementara itu, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim didukung melalui peningkatan kesadaran dan perilaku peduli lingkungan.
Ketua tim pelaksana, Dr. Sulastri, menyampaikan terima kasih kepada Universitas Syiah Kuala melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM USK) atas dukungan pendanaan yang memungkinkan program ini terlaksana. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh anggota tim, mahasiswa, serta pihak UPTD RSAN Dinas Sosial Aceh yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Sulastri berharap program ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat menjadi awal dari proses pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Harapan kami, anak-anak dan remaja RSAN memperoleh manfaat yang dapat mereka bawa hingga masa depan, baik berupa keterampilan, kepercayaan diri, kepedulian terhadap lingkungan, maupun kemampuan mengembangkan kegiatan produktif. Kami ingin ilmu pengetahuan yang dibawa oleh perguruan tinggi dapat menjadi bekal nyata bagi mereka untuk tumbuh lebih mandiri dan siap menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ungkap Sulastri.
Ia juga berharap kerja sama USK dan Dinas Sosial Aceh dapat terus diperkuat melalui kegiatan lanjutan, sehingga praktik hidroponik, pengelolaan limbah, dan pengembangan keterampilan kewirausahaan dapat tumbuh menjadi aktivitas yang berkelanjutan di lingkungan RSAN.
“Terima kasih kepada USK melalui LPPM USK atas dukungan terhadap kegiatan pengabdian ini. Semoga program ini memberikan manfaat bagi anak-anak dan remaja RSAN serta menjadi inspirasi bagi pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, kesejahteraan manusia, kemandirian ekonomi, dan kepedulian lingkungan,” tambahnya.
Program yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir November 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan pembelajaran yang produktif, mendukung kemandirian, dan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dan remaja RSAN.
**Melalui kolaborasi lintas fakultas, USK berupaya menghadirkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya bermanfaat di ruang akademik, tetapi juga menjadi bekal keterampilan, harapan, dan peluang bagi masyarakat.**




















