- Oleh: Dr. Safwan, M.Ag., Ketua Prodi Studi Islam Pascasarjana STAI Nusantara Banda Aceh
KABARDAILY.COM – Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan kita dalam sebuah hadis yang sangat bernilai tinggi: “Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: (salah satunya) masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu.” Pesan ini terasa begitu menghujam ketika kita menyaksikan secara langsung fenomena yang terjadi di fasilitas kesehatan sekitar kita hari ini.
Suasana di lorong-lorong Rumah Sakit Kesdam Banda Aceh nampak sesak dan dipadati ratusan pasien yang mengantre menanti pengobatan. Pandangan mata menangkap raut wajah lelah, cemas, serta tubuh-tubuh yang tak lagi berdaya. Pemandangan seperti ini seharusnya tidak sekadar menjadi angin lalu, melainkan menjadi cermin besar bagi kita yang hari ini masih diberi nikmat tubuh yang segar dan bugar.
Dalam tradisi pemikiran Islam, kesehatan bukanlah sekadar kondisi fisik yang bebas dari penyakit, melainkan salah satu nikmat terbesar (an-ni’mah) dan amanah dari Allah SWT yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Sayangnya, kesehatan sering kali menjadi nikmat yang baru disadari nilainya ketika ia telah hilang. Saat tubuh masih terasa kuat, kita kerap lalai menjaga pola makan, mengabaikan jam istirahat, serta abai terhadap pengelolaan stres. Kita sering lupa bahwa tubuh ini memiliki hak yang harus ditunaikan.
Ketika sakit melanda, waktu, biaya, dan ketenangan pikiran mendadak tersita. Antrean panjang di rumah sakit memperlihatkan betapa mahalnya harga sebuah pemulihan, bukan hanya dari nominal materi, tetapi juga dari rasa nyaman yang terenggut.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan adalah bentuk kesadaran spiritual (ikhtiar) dan ungkapan rasa syukur yang nyata (syukur bil arkan). Menjaga pola hidup sehat, berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan yang halal dan bergiat (thayyib), serta senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan wujud nyata pengamalan ajaran agama.
Pemandangan antrean pasien di Rumah Sakit Kesdam Banda Aceh seharusnya menjadi pengingat yang cukup bagi kita semua: jangan menunggu sampai melangkahkan kaki di lorong rumah sakit baru kita menghargai betapa berharganya nikmat bernapas dengan lega dan bergerak tanpa rasa sakit.
Mari kita rawat nikmat sehat ini sebelum ia berganti menjadi masa sakit. Sebab, mencegah dan menjaga adalah bagian terpenting dari menjaga amanah Sang Pencipta.




















