- Oleh: Dr. Ainal Mardhiah. S.Ag, M.Ag
Dosen Tetap Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
KABARDAILY.COM | OPINI – Kita melihat rakyat sudah tidak lagi percaya dengan janji-janji calon pemimpin, calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat ketika pemilu, katanya cuman manis di mulut namun tidak pernah ditepati, bahkan setelah terpilih janji-janji itu hilang bagai ditelan bumi. Kata orang bijak: “sekali berbohong selamanya tidak dipercaya”. Begitulah kira-kira.
Lebih menyakitkan lagi ketika rakyat melihat bahwa, berbeda 100% antara keadaan rakyat yang memilih dengan keadaan para calon pemimpin, calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat setelah terpilih. Rakyat tetap miskin sedangkan mereka nampak bergelimang harta, bergelimang fasilitas mewah, untuk diri dan keluarga. Hal ini nembuat rakyat cemburu dan sedih tentunya, apalagi sampai mereka lupa dengan rakyat dan janji-janji yang sudah pernah ia ucapkan. Janji adalah hutang kata Rasulullah.
Rakyat rindu hadirnya pemimpin, hadirnya wakil rakyat yang sayang dan peduli kepada rakyat, yang bisa membawa perubahan, dan ini dapat kita lihat antusiasme masyarakat dalam hal ini.
Rakyat sudah lelah di dhalimi, lelah menjadi korban, lelah dimanfaatkan, lelah dengan persoalan hidup, lelah dengan kemiskinan, lelah memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan hidup di tengah kesulitan ekonomi yang semua harus menggunakan uang, kalau tidak ada uang tidak bisa selesai urusan.
Merindukan Pemimpin Yang Sayang Sama Rakyat Dan Membawa Perubahan
Salahkah rakyat merindukan pemimpin dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang sayang dan peduli kepada rakyat? Salahkah rakyat ingin makmur dan sejahtera? Bukankah rakyat sejahtera, akan menopang negara ini menjadi kuat dan kokoh? Bukankah itu Cita-Cita Kemerdekaan? Sebaliknya jika rakyat miskin, berjalan waktu namun pasti, negeri ini akan hancur karenanya. Itu akan sangat menyedihkan tentunya.
Jika bukan pemimpin dan wakil rakyat yang sayang dengan rakyat, yang memikirkan kesejahteraan buat rakyat lalu siapa lagi?
Kalau bukan mereka yang sayang sama rakyat yang memikirkan kepentingan rakyat lalu siapa lagi? Buat apa juga mereka dipilih? Jika untuk kepentingan diri dan kelompok? Sungguh disayangkan jika demikian keadaan.
Sudah waktunya rakyat harus cerdas, pengalaman adalah guru terbaik. Rakyat harus belajar dari pengalaman-pengalaman pemilu selama ini. Dengarkan pendapat semua orang, namun untuk memilih dengarkan kata hati, shalat istikharah sebelum ke TPS jika bingung, agar dapat memberi pilihan yang terbaik buat negeri ini.
Sudah waktunya para Alim, Ulama, dan para Intelektual membantu mencerdaskan rakyat, menjaga lisan dari hal-hal yang bisa membodohi rakyat dalam berbagai bentuk arahan, himbauan, intruksi, tekanan, agar rakyat di negeri ini mampu memilih pemimpin atau wakilnya di DPR, memilih mereka yang cerdas.
Rakyat harus memilih mereka yang Cerdas Spritual, dengan cerdas spritual mereka takut kepada Tuhan, takut menipu rakyat, akan bertanggung jawab, Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah.
Rakyat harus memilih yang cerdas sosial, agar punya perhatian, keprihatinan dan kepedulian terhadap rakyat.
Rakyat harus memilih yang cerdas Skiil, agar mampu membangun negeri ini ke arah yang lebih baik. Tidak hanya mampu membangun fisik (gedung, bangunan) tapi juga mampu membangun kembali generasi yang sudah sangat merosot akhlak dan moralnya dan mampu mengelola Sumber Daya Alam dengan baik dan bermanfaat untuk lesejahteraan rakyat, bukan untuk kelompok tertentu. Dengan melibatkan semua pihak yang ada di negeri ini, tidak bekerja sendiri-sendiri, atau kelompok tertentu.
Indonesia Darurat Kemiskinan
Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti adanya 3,3 juta warga yang masuk kategori miskin ekstrem di tahun 2023, belum lagi yang miskin namun tidak ekstrem. Jika rakyat miskin karena sulitnya peluang kerja, atau sebab lainnya, akibatnya rakyat akan memilih jalan kriminal, mencuri, merampok, menjadi begal, menipu, membuat kerusuhan dan berbagai bentuk kriminal lainnya.
Negara akan lemah, tidak aman pastinya, negara akan dililit masalah, karena awal dari masalah besar adalah karena perut yang kosong (lapar). Perut kosong akan membuat orang hilang akal sehat, akan memilih jalan kriminal, berlanjut kepada tidak bisa sekolah sebagaimana kita lihat banyak anak-anak tidak bisa sekolah, atau yang kuliah tidak bisa bayar uang kuliah. Tanpa pendidikan rakyat akan bodoh, akan mudah dijajah oleh sesama atau oleh orang asing, tidak bisa berobat, tidak bisa beraktifitas karena semua butuh biaya.
Bagi yang punya modal, mereka mencoba membangun usaha dan lowongan kerja namun kita lihat sebagian besar sepi peminat, sepi pembeli, hanya beberapa usaha rakyat saja yang sukses yang lainnya gagal.
Trik-Trik Memilih Calon Pemimpin Dan Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.
Sebagaimana pernah disebutkan dalam tulisan sebelumnya tentang tentang Pemilu, Bingung Mau Pilih Siapa? Menurut pendapat penulis nasehat Al-Qur’an berikut ini dapat menjadi pijakan, pegangan atau trik bagi yang hendak memilih presiden dan wakil rakyat untuk masa jabatan 5 tahun mendatang.
Pertama, lihat Yang Ta’at Kepada Allah dan Rasul.
Kenapa harus memilih yang ta’at kepada Allah dan Rasul karena seorang muslim itu wajib ta’at kepada pemimpin. Jika pemimpin itu ta’at kepada Allah dan Rasul tentunya ia akan membawa rakyat Indonesia kepada keselamatan, kesejahteraan, keadilan dan membawa kepada kebaikan bagi dirinya dan orang baik, dan setiap langkah dan perbuatannya akan selalu dalam bimbingan Allah SWT. Selain itu ia takut berbuat sebaliknya, karena ia takut dengan Tuhan-Nya, dia tidak akan menipu rakyatnya.
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu…” (QS. An-Nisa’: 59)
Kedua, Lihat Yang Tidak Mengikuti Hawa Nafsunya.
Ini dapat dilihat dari kebaikan-kebaikan yang diperbuat nya atau sebaliknya kerusakan-kerusakan yang diperbuatnya, baik untuk diri, keluarganya, orang banyak atau negara. Karena hawa nafsu akan membawa kepada kehancuran, mendatangkan azab dan ia tidak akan bisa berlaku adil. Kita lihat pesan ayat berikut ini:
Maka, berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan hak dan janganlah mengikuti hawa nafsu karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari Perhitungan. (QS-Shad: 26).
Ketiga, Lihat Yang Bersikap Lemah Lembut.
Seorang pemimpin yang tidak lemah-lembut, kasar, kejam, keras hatinya, kasar akhlaknya tentu akan jauh dari rakyatnya. Dia tidak akan mampu memahami rakyatnya, tidak akan mampu peduli dengan kesulitan-kesulitan rakyatnya, dia tidak akan bisa membuat rakyatnya senang dan sejahtera. Tapi rakyat harus patuh kepadanya, dalam keadaan apapun, dalam keadaan tidak senang sekalipun.
“Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Ali-Imran- 159).
Keempat, lihat Seseorang Yang Ahli (Kompeten)
Rasulullah mengingatkan: “Apabila suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat”. (HR. Bukhari).
Ahli dalam hal ini bisa juga diartikan dengan kompeten yaitu cakap dan mengetahui. Ada beberapa kompetensi yang bisa kita lihat dari seseorang yang hendak kita pilih antara lain sebagai berikut:
1. Kompetensi profesional yaitu tingkat pendidikan yang ia miliki seperti SD, SMP, SMA, S1,S2, S3, pelatihan, workshop dan lainnya. Semakin tinggi tingkat pendidikannya, tentu semakin baik kualitas kecerdasan nya.
Pendidikan tersebut di tempuh di lembaga pendidikan bermutu atau tidak. Lulus dengan predikat baik atau tidak, ini penting karena menunjukkan mutu, kualitas atau kecerdasan otak (intelek) seseorang.
2. Kompetensi Pedagogik nya. Ini dapat kita lihat dalam perjalanan hidup seseorang, kebaikan-kebaikan yang ia buat untuk orang banyak, pengalaman-pengalaman praktis seseorang dalam kehidupan, dalam pekerjaan ia sehari-hari menerapkan pengetahuan yang ia dapatkan dari jenjang pendidikan yang pernah ia jalani. Komitmen kerjanya, tanggung jawab, profesional dan hasilnya baik, bermanfaat buat diri dan bermanfaat buat orang banyak.
3. Kompetensi Sosial nya. Ini dapat dilihat dari kehidupan sosial seseorang, bagaimana penerimaannya dalam masyarakat, bagaimana keaktifannya dalam masyarakat kepeduliannya terhadap orang lain, senang membantu dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
4. Kompetensi Kepribadian nya. Ini dapat dilihat dari kesehatan jiwanya, bukan pemarah, baik lisannya, baik perilakunya, sehat fisiknya. Lebih utama dilihat dari akhlaknya dalam bentuk patuh ia kepada perintah dan meninggalkan larangan Allah dan Rasul. Menjaga diri dari hal-hal yang dilarang agama, menjaga lingkungan, menjaga hubungan baik dengan orang tua, sesama manusia bahkan dengan non-Muslim karena Islam rahmat bagi sekalian alam.
Menurut pendapat penulis kriteria ini adalah ciri pemimpin atau ciri anggota dewan yang layak dipilih, yakin ia akan dapat membawa Indonesia tercinta ini kepada perubahan yang lebih baik, InsyaAllah
Membawa kita semua menuju negeri yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, negeri yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab. Negeri dengan Persatuan Indonesia. Negeri yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Negeri yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.[*]




















