Sukma Bangsa Pidie Peringati Hari Perdamaian Dunia Melalui Refleksi dan Pesan Damai

KABARDAILY.COM – Dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Dunia, seluruh siswa dan guru Sekolah Sukma Bangsa Pidie mengikuti kegiatan refleksi bersama pada sesi morning gathering yang berlangsung pada Senin (21/9/2026).

Kegiatan diawali dengan menyaksikan cuplikan video singkat yang sarat makna tentang pentingnya perdamaian dalam kehidupan sehari-hari. Melalui tayangan tersebut, peserta diajak merenungkan peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Sebagai bagian dari refleksi, siswa dan guru menuliskan pesan pada sticky note yang telah disediakan. Mereka diminta memberikan penilaian mengenai sejauh mana sekolah menjadi tempat yang aman bagi mereka dengan skala 1–10. Selain itu, setiap peserta juga menuliskan kalimat refleksi, harapan, maupun unek-unek yang ingin disampaikan kepada siapa pun terkait makna damai menurut perspektif masing-masing.

Hasil refleksi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memandang sekolah sebagai ruang yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan diri mereka. Melalui pesan-pesan yang dituliskan, para siswa mengungkapkan rasa syukur karena dapat belajar dalam lingkungan yang menghargai perbedaan, memberikan kesempatan untuk bertumbuh, serta menghadirkan relasi yang hangat antara siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Salah satu siswa menuliskan, “Yang membuat saya merasa damai adalah memiliki teman-teman yang baik dan lingkungan yang bagus.” Berbagai catatan reflektif yang muncul juga menjadi pengingat bersama untuk terus menjaga budaya damai yang telah tumbuh di lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie menyampaikan bahwa perdamaian tidak hanya berbicara tentang ketenangan, tetapi juga tentang keberanian untuk berpihak pada nilai-nilai kebaikan.

“Damai hadir ketika kita berpihak pada kebaikan. Ketika kita sudah mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, memilih untuk diam atau bersikap netral belum tentu menjadi pilihan yang tepat. Perdamaian membutuhkan keberanian untuk mendukung hal yang benar dan menolak hal yang merugikan sesama,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan para siswa agar tidak memendam sendiri apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai sekolah.

“Jika ada sekecil apa pun bentuk perundungan, perlakuan tidak menyenangkan, diskriminasi, atau ketidakadilan yang kalian rasakan maupun saksikan, baik dari sesama teman bahkan dari guru sekalipun, segera laporkan kepada pihak lain yang anda percaya, bisa wali kelas, wali asrama, konselor, atau pihak sekolah lainnya yang kalian percaya. Sekolah tidak dapat menyelesaikan masalah yang tidak diketahui. Karena itu, keberanian untuk berbicara dan melapor merupakan bagian penting dari upaya menjaga perdamaian dan menciptakan lingkungan yang aman bagi semua,” tegasnya.

Menurutnya, perdamaian bukan hanya tentang tidak adanya konflik, melainkan juga tentang hadirnya kepedulian, keberanian untuk saling menjaga, dan komitmen untuk memastikan setiap warga sekolah mendapatkan hak yang sama untuk merasa aman, dihargai, dan didengar.

Peringatan Hari Perdamaian Dunia ini menjadi momentum bagi seluruh warga Sekolah Sukma Bangsa Pidie untuk merefleksikan kembali peran masing-masing dalam menjaga budaya damai yang telah tumbuh selama ini. Sejalan dengan nilai-nilai sekolah yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap sesama serta budaya No Bullying, No Cheating, No Smoking, dan No Littering, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi setiap warga sekolah.