28.7 C
Banda Aceh
BerandaAgamaJangan Hancurkan Keluargamu

Jangan Hancurkan Keluargamu

Oleh : Abu Teuming*        

SANTERDAILY.COM | BANDA ACEH—Sadis, “Suami Bunuh Isteri di Depan Anak”. Itu lah kriminalitas yang kerap terjadi akhir-akhir ini. Pembunuhan seperti ini bukan hal aneh lagi di Aceh. Berulang kali kita disuguhkan berita miris dalam rumah tangga. Sayangnya, kadang pelaku adalah pria yang ngaku cinta sepenuh hati kala meminang wanita idaman pada orang tuanya.

Memang sulit dihindari penganiayaan dan pembunahan secara tiba-tiba dalam keluarga. Tetapi siapapun harus tepat melangkah ketika mengambil keputusan untuk membangun keluarga, guna menghindari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), bahkan pembunuhan.

Penggerak keluarga wajib memiliki ketahanan, siap ilmu berumah tangga, memiliki kesabaran penuh, ekonomi mencukupi, memahami kondisi istri dan anak. Untuk medapatkan semua itu dengan cara memperhatikan kembali inti sari pesan Rasulullah. Bila datang padamu seorang berakhlak mulia, lalu engkau menolaknya, maka lihatlah kerusakan akan terjadi di bumi. Ini khusus kriteria pria.

Sedangkan kriteria wanita, Nabi juga memberi gambaran, pilihlah wanita cantik, keturunan baik, banyak harta, dan ilmu agamanya mapan. Pertimbangan agama lebih utama ketimbang tiga ciri-ciri lainnya. Gunanya untuk terbina rumah tangga sebagai mana maksud disyariatkan nikah.

Sejatinya, persoalan sepele “ngompol anak” tidak menjadi pemicu kemarahan seorang ayah. Dan kita yakin, pembunahan ibu muda di Bener Meriah bulan lalu tidak semata persoalan anak pipis di tempat tidur, yang tak mampu diurus oleh isteri. Namun indikasi lain tidak terlepas dari tindakan pembunuhan menyayat hati tersebut.

Seorang gadis atau pria jangan cuma terpaut karena tampan seseorang, jangan pula karena harta, tetapi perhatikan betul karakter kesehariannya. Sehingga niat menikahinya tidak menjadi keputusan seolah ingin masuk neraka. Namun sebaliknya, rumahku surgaku walau rumah berdinding papan berlantai debu.

Libatkan semua pihak ketika yakin untuk menikah. Terutama kedua keluarga, kedua perangkat desa, dan tokoh masyarakat, agar dapat diketahui detail prilaku calon masing-masing pengantin. Menikah bukan untuk sehari, namun sepanjang hayat. Maka pilihan itu harus tepat pada yang tepat. Membeli pakaian saja kita perlu pertimbangan motif, warna, dan kualitas. Padahal pakaian hanya digunakan setahun. Sewajarnya pasangan hidup untuk selamanya harus lebih jeli lagi memperhatikannya.

Siapapun kalau ada masalah dalam rumah tangga, cobalah untuk renung kembali memori pascaakad nikah yang kerap diucap keluarga dan teman. Seperti “selamat ya, semoga samara”.

Terakhir, suami dan istri sepatutnya memiliki tulisan tangan dalam buku pribadi. Supaya penipuan surat wasiat seperti kejadian di Bener Meriah mudah dilacak oleh pihak berwenang, dengan memperhatikan perbedaan tulisan tangan.

* Direktur LSM Keluarga Sakinah Mawaddah dan Rahmah (K-Samara)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

31,112FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Related News

Indonesia
6,051,205
Total confirmed cases
Updated on May 18, 2022 09:48
Indonesia
156,481
Total deaths
Updated on May 18, 2022 09:48
Indonesia
3,898
Total active cases
Updated on May 18, 2022 09:48