Angkot Ghaib

“KECELAKAAN MAUT DI SIMPANG DOSIN”

Terpampang gambar minibus yang sama persis dengan yang kulihat malam itu.

“Sepertinya kecelakaan yang terjadi semalam.” Aku bergumam.

Kucari sambungan berita kecelakaan itu. Di halaman sambungan, aku melihat foto supir angkot yang meninggal. Tanpa blur. Jadi dengan jelas aku bisa melihat wajah mayat supir angkot yang meninggal dalam kecelakaan maut itu.

Betapa terkejutnya aku.

“Astaghfirullah. Ini kan abang supir yang semalam? Kalau kecelakaan terjadi sebelum maghrib, berarti, ….?” Aku bergidik mengingat aku dan abang supir angkot itu.

Kuambil jam tanganku dari tas. Kulihat pukul 7.15 pagi. Untuk memastikan, aku melihat ke jam dinding kantin. Persis menunjukkan angka yang sama. Aku lemas, tiba-tiba ketakukan menerjangku. Entah ngeri, entah seram, entahlah.