Angkot Ghaib

Sepanjang perjalanan, abang supir tidak berkata sepatah katapun. Kulihat dirinya. Laki-laki separuh baya, dengan kulit gelap dan rambut keriting yang sepertinya dari pagi tidak disisir. Menggunakan kaos putih yang tidak lagi berwarna putih, dengan celana selutut berwarna coklat tua, tanpa alas kaki. Kuperhatikan dengan seksama, wajahnya terlihat pucat. Sakit kah dia? Ingin rasanya bertanya kepadanya, namun ku urungkan.

Aku memandang lurus ke depan. Setengah perjalanan, 10 meter di depan kami, kulihat kerumunan orang di pinggir jalan. Setelah mendekat, ternyata sebuah kecelakaan.

Sebuah angkot masuk ke bawah truk kontainer. Sepertinya, kecelakaan itu lumayan parah. Bercak darah masih kelihatan di pinggir jalan. Kulihat bang supir tidak sedikitpun terganggu dan tidak mau tahu dengan kecelakaan itu.