Nova Iriansyah : Mimpi Tokoh Pendahulu, Aceh Memiliki Generasi Tangguh

Memangkas Mata Rantai Birokrasi

Masih banyak tugas dan tanggung jawab dalam membenahi pembangunan bidang pendidikan. Semua pihak harus bekerja lebih keras lagi agar dapat membenahi tingkat capaian indikator-indikator yang belum dicapai.

“Di tengah kebanggaan dan rasa syukur terhadap berbagai prestasi tersebut, kita juga harus terus berupaya meningkatka embrio itu dimulai dari Tugu Darussalam kualitas proses pembelajaran melalui perencanaan, pelaksanaan dan evalusi yang terukur, “harap Nova Iriansyah.

Agar hal itu dapat dicapai, kata Nova, para pihak terkait seperti siswa, guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, komite sekolah, manajemen penyelenggara dan masyarakat dapat meningkatkan peran dan tanggung jawab sesuai peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing. “Dengan segala keterbatasan, kesempurnaan proses pembelajaran membutuhkan dukungan yang optimal.”

Untuk memacu percepatan pembangunan dan memangkas mata rantai birokrasi, kata Nova Iriansyah, Pemerintah Aceh sudah membentuk 20 cabang Dinas Pendidikan di kabupaten/kota yang menangani berbagai jenis permasalahan dan peningkatan mutu pendidikan.

Secara simultan, melalui unit kerja yang ada, Pemerintah Aceh terus berupaya meningkatkan kapasitas ribuan pendidik dan tenaga kependidikan.

“Dengan kehadiran guru-guru yang memiliki kompetensi tinggi, kita berharap melahirkan output pendidikan berkreativitas dan memiliki kecerdasan tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, “tegas Nova Iriansyah.