Nova Iriansyah : Mimpi Tokoh Pendahulu, Aceh Memiliki Generasi Tangguh

Pemerataan Akses Pendidikan

Pemberlakuan UU No. 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, tegas Nova Iriansyah, mengatur kewenangan dalam penyelenggaraan jenjang pendidikan. Dalam menyikapi regulasi tersebut diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas koordinasi antarjenjang pemerintahan sehingga perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan menjadi lebih sinergi.

“Kita harus terus berikhtiar mewujudkan pembangunan berkeadilan melalui pemerataan akses dan mutu pendidikan di seluruh penjuru Aceh. Kita harus memastikan pendidikan yang terjangkau, tidak boleh ada masyarakat Aceh pada usia sekolah yang tidak mendapat layanan pendidikan, “tekad Nova.

Dengan kata lain, ujar Nova Iriansyah, dibutuhkan peran jajaran terkait untuk meningkatkan kepekaan yang lebih baik. Agar kesenjangan, problem dan tantangan, baik sebagai fenomena maupun fakta, dapat diidentifikasi dan diperkecil.

“Kita patut bersyukur bahwa program dan kegiatan sebagai ikhtiar sudah mulai menunjukkan hasil yang positif, “ungkap Nova Iriansyah.

Ia menyebut beberapa indikasi keberhasilan antara lain; sebanyak 5.282 siswa calon mahasiswa asal Aceh dinyatakan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2018. Jumlah ini mendudukkan Aceh pada “peringkat lima” sebagai provinsi paling banyak meloloskan siswa-siswinya dari SMA/SMK/MA dalam SNMPTN 2018 dan peringkat ketiga nasional penerima beasiswa bidik misi.

Nova juga menyebut bahwa peningkatan kompetensi guru melalui program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan juga menunjukkan pergerakan peningkatan capaian. Pada 2015, hasil UKG menunjukkan peringkat kompetensi guru Aceh berada pada urutan 3 (tiga) terendah secara nasional.

Kemudian, pada 2016 Aceh menempati peringkat 23 nasional. Pada ahun 2017, mengacu data pengembangan keprofesian berkelanjutan/uji kompetensi guru yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, kompetensi guru Aceh berada pada peringkat 15 nasional, naik dari tahun sebelumnya.

Dia menambahkan, bahwa Aceh patut berbangga atas keberhasilan 6 personel Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang memperoleh medali emas nasional, dua gelar juara harapan I dan satu gelar juara harapan II pada ajang lomba Guru Berprestasi (gupres) Nasional tahun 2018. “Ini adalah prestasi yang membanggakan. Kita berharap prestasi ini berimbas pada peningkaan mutu pendidikan Aceh, “ujarnya.

Nova mengingatkan satu hal yang harus menjadi perhatian semua pihak bahwa tidak ada prestasi yang didapat secara instant, semua melalui proses secara terus-menerus. Oleh sebab itu, perlu langkah sinergi antarpenyelenggara kewenangan dalam melakukan gerakan inovatif untuk mempercepat perolehan target capaian yang telah dirumuskan.