Lhokseumawe, Dengan Semangat Literasi Menuju Kota Pendidikan

Selama ini Lhokseumawe menjadi sasaran pilihan bagi setiap mahasiswa baru di seluruh Indonesia untuk bisa kuliah di universitas Universitas Malikussaleh (UNIMAl) dan IAIN Malikussaleh. Alasan yang mengemuka dalam dialog dengan penulis dan teman-teman IGI adalah Lhokseumawe menawarkan segala kemudahan bagi pemburu kuliner pengetahuan di kota yang punya sejarah panjang dalam pergulatan bangsa.

Ketika kami hanyut dalam alur pikir masing- masing tentang indahnya kota Lhokseumawe dalam literasi nasional, salah seorang pejabat teras tiba menjumpai bapak wakil walikota.

Kamipun dikenalkan dengan figur yang berwibawa. Ya ..? Beliau adalah Bapak Kepala Badan Perencanaan Daerah ( BAPPEDA).

Waduh … Rupanya gayung pun bersambut. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Bapak wakil walikota pun melanjutkan paparan program ke depannya tentang pendidikan. Kedua tokoh ini saling melengkapi begitu apik dan apresiasi terhadap perkembangan literasi kota Lhokseumawe.

Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan sebuah tindakan nyata dalam bentuk sarana yang mendukung. Dengan kompak para tokoh ini menjawab bahwa Lhokseumawe akan mengubah sebuah lokasi wisata “Goa Jepang” menjadi wisata sejarah dilengkapi dengan perpustakaan lengkap. Beliau mengharapkan dengan adanya perpustakaan di atas bukit yang bersejarah ini para pengunjung juga dapat menikmati segala pengetahuan yang berhubungan dengan sejarah dan buku buku penunjang lainnya.

Sambil mengelitik beliau menyela “kalau perlu kita harus mengutamakan buku-buku yang ditulis oleh guru-guru di lingkup Lhokseumawe untuk dipajang di sana. Penulis membatin, Hmm…., ini satu tantangan lagi.

Program brilian lainnya yang dipaparkan oleh pengurus IGI adalah bagaimana menata sudut sudut kota yang terbuka buat masyarakat untuk menghadirkan pustaka- pustaka kecil yang dilengkapi dengan media digital. Program ini disambut juga dengan antusias, walaupun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.