Semangka Medan Banjiri Bireuen

Bireuen,kabardaily.com –  Puluhan ton semangka dari Medan, Sumatera Utara dipasok ke Kabupaten Bireuen, sejak pertengahan Ramadhan sampai hari ke 10 Idul Fitri 1444 H. Pantauan media ini, Senin (1/5/2023) di beberapa tempat, seperti di Pasar Sabtu, Kota Juang dan sepanjang Jalan Banda Aceh – Medan, para pedagang lebih memilih mennggelar lapak dagangannya di pinggir jalan negara.

Seperti terlihat di Cot Puuk, Kecamatan Gandapura, banyak pengendara yang berhenti, untuk membeli semangka. Begitu juga di wilayah Kecamatan Peusangan, ada beberapa lapak dipenuhi dengan semangka dari Medan, seperti di depan Warung Sate Tubaka, Paya Lipah. Juga di depan Zarazik Cafe, Matang Sagoe, dan beberapa tempat lainnya.

Musliadi, 37 tahun, pedagang semangka yang menggelar tenda di pinggir jalan negara di depan Sate Tubaka, kepada media ini menyebutkan semangka yang dijualnya itu dipasok dari Medan. Ada 3 jenis semangka. Yang tanpa biji, dijual dengan harga Rp 8 ribu per kilogram. Sementara, semangka biasa (berbiji) dipatok harga Rp 5 ribu per kilogram. Varian kuning, dibandrol harga Rp 6 ribu per kilogram.

Pria asal Uteun Bunta, Peusangan ini juga menyebutkan omzetnya selama bulan Syawal mulai menurun. Kalau sebelumnya, saat Ramadhan, ia bisa menjual hingga Rp 4 juta per hari, sejak Idul Fitri, rata-rata omzetnya Rp 2,5 juta per hari atau 500 – 600 kilogram per hari.

“Sangat dimaklumi, pak, orang kita Aceh kalau bulan puasa, belanjanya memang lebih banyak, konon untuk berbuka puasa, semangka juga bisa membasahi kerongkongan” kata Musliadi sambil tersenyum.

Nazaruddin, salah seorang warga Kuta Blang, yang ditanyai media ini di lokasi, menyampaikan semangka sangat membantu “mendinginkan” suasana saat ini, ketika gelombang panas meningkat.

“Dengan kondisi saat ini, semangka ini membuat segar kerongkongan kami” katanya.

Seperti terlihat di gantungan sepeda motor-nya, ia membeli dua semangka secara terpisah. Satu untuk dibawa ke rumah, satu lagi untuk anaknya yang berangkat ke Pesantren, hari ini. (Mukhlis Aminullah)