- Mukhlis Aminullah, aktivis literasi Bireuen / kontributor kabardaily.com
KABARDAILY.COM – Di tengah geliat gampong Lueng Daneun Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen, ada secercah cahaya yang menyala dari rak-rak buku. Cahaya itu tidak hanya menerangi ruang bacaan, tetapi juga hati dan pikiran anak-anak serta masyarakat gampong. Itulah Perpustakaan Gampong Meubaca, yang sejak 2020 kembali menggeliat, hidup, dan tumbuh bersama para relawan dan masyarakatnya.
Mereka menyebut diri mereka relawan Gampong Meubaca—sekelompok orang yang memilih mengabdi pada ilmu pengetahuan tanpa pamrih. Di balik segala keterbatasan fasilitas, mereka hadir sebagai penggerak literasi gampong, sebagai penjaga semangat belajar anak-anak, dan sebagai pelita kecil di tengah keterbatasan.
Dari Rak Berdebu Menjadi Ruang Harapan
Perpustakaan ini sebenarnya bukan hal baru bagi warga Lueng Daneun. Ia lahir pada tahun 2009, sebagai bagian dari cita-cita gampong menciptakan ruang belajar bersama. Namun seiring waktu, semangat itu sempat meredup. Ruangan sepi, buku-buku teronggok berdebu, tak lagi disentuh tangan-tangan kecil yang ingin tahu.

Namun semuanya berubah pada Agustus 2020, ketika sekelompok anak muda gampong, didukung oleh Pemerintah Gampong, memutuskan untuk menghidupkan kembali perpustakaan tersebut. Ide ini terus “mendesak” pikiran mereka, mengingat saat itupun sedang pandemi Covid-19. Anak-anak usia sekolah meninggalkan sekolahnya, berharap belajar di rumah. Covid-19 tidak menjadi pembunuh bagi warga Lueng Daneun, karena tidak ada yang meninggal karenanya. Covid-19 malah menjadi “baterai” yang dicas kembali. Tekad yang kuat jadi modal. Rak-rak dibersihkan dan buku-buku lama ditata kembali. Dari sinilah semangat baru itu muncul.
“Kami ingin perpustakaan ini menjadi tempat yang hidup kembali. Tempat anak-anak bisa bertanya, membaca, dan tumbuh,” ujar Mutiawati, S.Pd, relawan yang dituakan oleh relawan lainnya.
Peran Penting Pemerintah Gampong dan Masyarakat
Kiprah relawan Gampong Meubaca tak mungkin berjalan tanpa dukungan penuh dari Pemerintah Gampong Lueng Daneun. Keuchik dan aparatur gampong memberikan fasilitas ruangan, dukungan moral, serta anggaran operasional sederhana dari Dana Desa untuk mendukung program-program literasi. Tuha Peut selaku legislatif gampong juga mendukung. Imeum gampong, Tim Penggerak PKK, tokoh adat, hingga para orang tua yang putus asa karena sekolah anak-anak mereka ditutup, turut ambil bagian dalam kebangkitan Gampong Meubaca.
“Literasi adalah bagian dari pembangunan manusia. Kami yakin, membangun perpustakaan berarti membangun masa depan,” ungkap Keuchik Lueng Daneun, Taufiqurahman, ST dalam satu kesempatan.
Tak hanya pemerintah gampong, masyarakat dan pemuda pun ikut bergotong royong. Gedung Pemuda dipinjamkan untuk dijadikan perpustakaan, remaja putri ikut membantu menyiapkan ruang baca dan dekorasi. Sederhana saja.
Donasi Buku dan Dukungan Lintas Wilayah
Pada awalnya buku-buku di Perpustakaan Gampong Meubaca berasal dari individu dan lembaga non pemerintah. Ada yang didonasikan oleh warga diaspora Bireuen, ada pula dari aktivis literasi Aceh, bahkan dari lembaga swasta dan percetakan. Para donatur, baik individu maupun lembaga, menyumbang buku dengan kesadaran bahwa setiap halaman buku adalah kesempatan bagi anak-anak untuk melihat dunia lebih luas.
Beberapa komunitas luar daerah juga pernah mengirimkan paket-paket buku sebagai bentuk dukungan moral.
https://aceh.tribunnews.com/2022/10/03/perpustakaan-lueng-daneun-bireuenmendapat-sumbangan-buku
Memasuki tahun 2021, Perpustakaan Gampong Meubaca sudah menjadi binaan tetap Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip). Tidak menunggu lama, Dispusip menjadikan Perpustakaan Gampong Meubaca sebagai lokasi pengabdian mereka, tumbuh bersama puluhan perpustakaan gampong lainnya dibawah binaan mereka. Dispusip pula yang mengirimkan profil dan memfasilitasi ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Pada tahun 2022, Perpustakaan Gampong Meubaca telah ditetapkan menjadi penerima manfaat dari Perpusnas, sehingga mulai saat itu berbagai fasilitas buku didapatkan, juga fasilitas komputer sebagai sarana perpustakaan. Bukan hanya itu, relawan senior mereka Mutiawati, setelah berproses, kemudian ia terpilih sebagai Pelatih Ahli Perpusnas. Tentu bukan saja nama personal yang dituliskan, bahwa lebih dari itu Mutiawati merupakan representasi dari profil para relawan perpustakaan Gampong Meubaca lainnya.
Perpustakaan Lueng Daneun Wakili Aceh ke Peer Learning Nasional 2023
Pada tahun-tahun berikutnya, perpustakaan terus mendapatkan dukungan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, juga terus memberi kesempatan.
Bahkan dukungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen juga nyata. Secara khusus Zulfahmi, ST, Anggota DPRK Dapil Bireuen II memberi prioritas Pokirnya untuk membangun sebuah gedung perpustakaan baru, pada saat tulisan ini dirilis, sedang proses tender. Salah satu pertimbangan lahirnya Pokir ini adalah kerelawanan sosial yang tinggi yang ditumbuhkan dari rak-rak sempit Perpustakaan Gampong Meubaca. Yang memfasilitasi kegiatan Pokir juga putra Lueng Daneun, Munawir, ST.
Peran penting lainnya adalah rekan media. Beberapa wartawan secara kontinue memberitakan. Penulis termasuk diantara insan pers tersebut. Selain itu tentu saja ada wajah-wajah tidak terlihat yang berkontribusi, sehingga para relawan Gampong Meubaca selalu bersemangat.
Universitas Almuslim Jadi Mitra
Salah satu kekuatan lainnya, terletak pada jejaring kolaboratif yang mereka bangun. Sejak tahun 2021, Meubaca menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi penting di wilayah Bireuen yaitu Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan.
Perpustakaan dan kampus menandatangani kerjasama (MoU). Melalui kerja sama ini, mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Umuslim turut terlibat dalam kegiatan perpustakaan. Mereka menyusun program kelas kreatif, pendampingan belajar, pelatihan literasi digital, dan even-even edukatif lainnya.
“Kami senang mahasiswa datang bukan hanya belajar dari masyarakat, tapi juga memberi manfaat langsung lewat program perpustakaan,” kata Mutiawati, yang juga sedang menyelesaikan kuliah Pascasarjana di Umuslim tahun ini.
Perpustakaan Lueng Daneun jadi Lokasi Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Pascasarjana Umuslim
Kolaborasi bukan hanya dengan Umuslim. Universitas Malikussaleh (Unimal) ikut mengambil peran. Mereka mulai mengirimkan para mahasiswa untuk KKN di Lueng Daneun. Pada medio Juni 2025, Universitas Syiah Kuala (USK) mengirimkan 10 mahasiswa ke Gampong Meubaca. Selama sebulan penuh mereka mengabdi. Kehadiran mahasiswa ini karena ada kerjasama USK dengan Perpusnas melalui program KKN Tematik Literasi.
10 Mahasiswa USK Lakukan KKN Tematik Literasi di Lueng Daneun Kecamatan Peusangan Siblah Krueng
Program Kreatif dari Anak Desa untuk Anak Desa
Perpustakaan Gampong Meubaca bukan hanya soal membaca. Ia berkembang menjadi ruang belajar kreatif. Beberapa program terus dijalankan, antara lain:
Kelas Sore Bercerita: anak-anak membaca dan menceritakan kembali cerita favorit mereka.
Hari Senin Seru: eksperimen kecil, seni mewarnai, dan dongeng interaktif.
Gampong Meubaca Menulis: pelatihan menulis puisi dan cerita pendek untuk anak dan remaja.
Yang menarik, walaupun sebagian program ini digagas langsung oleh relawan lokal, beberapa relawan dari luar dengan sukarela datang menjadi relawan tamu. Ada seniman, penulis buku, guru penggerak, bahkan pendamping desa. Sastrawan nasional, LK Ara mengunjungi perpustakaan Gampong Meubaca pada tanggal 31 Mei 2025.
https://aceh.tribunnews.com/2025/06/01/penyair-nasional-lk-ara-kunjungi-perpustakaan-gaca-lueng-daneun-bireuen-ajak-anak-anak-cinta-sastra
Jauh sebelumnya, pendongeng nasional dari ODI (Organisasi Dongeng Indonesia) Jakarta dua kali mengunjungi perpustakaan ini.
Kunjungan ke Perpustakaan Lueng Daneun Akhiri Safari Dongeng Kak Danang di Aceh
Menuai Prestasi dari Kerja Ikhlas
Puncak kerja keras ini terlihat pada tahun 2025, ketika Perpustakaan Gampong Meubaca berhasil meraih Juara 1 Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Provinsi Aceh. Suatu pencapaian yang tak pernah mereka kejar, tapi datang karena konsistensi, kerja ikhlas, dan semangat kolektif.
Namun bagi para relawan, penghargaan itu hanya salah satu jejak. Kebanggaan terbesar mereka adalah ketika anak-anak gampong mereka semakin berani tampil, lebih percaya diri membaca di depan umum, dan mulai bermimpi menjadi guru, penulis, atau bahkan dosen.
Perpustakaan Gampong Lueng Daneun Raih Juara I Tingkat Provinsi Aceh 2025
Jalan Panjang yang Terus Ditempuh
Perjalanan Gampong Meubaca belum selesai. Mereka terus menyusun mimpi—menambah koleksi buku, membuat taman baca terbuka, mendigitalisasi koleksi, hingga mengadakan pelatihan untuk perpustakaan gampong lain.
Para relawan Gampong Meubaca percaya bahwa perpustakaan bukan hanya tentang buku. Ia adalah tentang kesempatan, cinta, dan keberanian bermimpi.
Dan di antara rak-rak itu, di balik suara anak-anak yang tertawa sambil membaca, tersimpan jiwa-jiwa yang setia menjaga cahaya pengetahuan—tanpa tepuk tangan, tanpa sorotan, tapi dengan keyakinan bahwa perubahan selalu mungkin, dimulai dari gampong kecil seperti Lueng Daneun.




















