Penyair LK Ara Tampil Apik di Panggung Maestro, Bawakan Puisi “Panggung Para Maestro”

JAKARTA,KABARDAILY.COM  –  Penyair senior LK Ara tampil memukau dalam acara Panggung Maestro yang digelar Jumat malam (11/7/2025) di Museum Nasional Indonesia. Dalam penampilannya, LK Ara membacakan puisi berjudul “Panggung Para Maestro” yang dikemas dengan iringan alat musik tradisional seperti suling, gong, dan gegedem.

Penampilan berlangsung khidmat dan menyentuh, membawa suasana ruang pertunjukan menjadi hening dan reflektif. Dengan gaya khasnya, LK Ara menyuarakan penghormatan kepada para maestro seni Indonesia yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk dunia kebudayaan.

Puisi “Panggung Para Maestro” berisi pesan penghargaan mendalam terhadap para tokoh seni yang menjadi penjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa. Iringan musik tradisional memperkuat nuansa puisi, menyatukan unsur sastra dan seni pertunjukan dalam harmoni yang sarat makna.

Acara Panggung Maestro merupakan bagian dari rangkaian kegiatan program Belajar Bersama Maestro yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan.
Program ini mempertemukan seniman muda dengan tokoh-tokoh seni legendaris melalui residensi, pentas kolaboratif, dan dialog seni.

Sementara sebelumnya Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan Panggung Maestro VIII tahun 2025 merupakan salah satu wujud komitmen Kementerian Kebudayaan untuk mendukung pelestarian kebudayaan.

“Ini juga termasuk komitmen dari Kementerian Kebudayaan, untuk terus menjaga dan melestarikan dan terus mengaktifkan para maestro-maestro di seluruh Indonesia,” katanya seusai acara Panggung Maestro VIII di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (11/7).

Dia mengatakan bahwa Panggung Maestro dihadirkan bagi para maestro yang sudah mendedikasikan diri untuk merawat dan melestarikan kebudayaan.

“Ini adalah komitmen bahwa tiap tahun selalu terkurasi maestro-maestro yang sudah sepuh, yang sudah mendedikasikan hidup mereka untuk merawat dan melestarikan dan terus memanfaatkan dari ekspresi-ekspresi budaya mereka,” katanya.

Panggung Maestro kedelapan dilaksanakan pada 11-12 Juli 2025 di Museum Nasional Indonesia. Acara yang dilaksanakan berkolaborasi dengan Yayasan Bali Purnati itu menampilkan maestro seni tradisi dari Aceh, Kalimantan Timur, dan Madura.

Maestro yang tampil antara lain sastrawan L.K Ara, pelaku seni tradisi didong M.Din dan Mahlil serta Sukri, serta penari guel Mustafa Rasyid dan Radensyah dari Aceh.

Selain itu, ada penampilan Tari Gong oleh Urai Ajang, Tari Hudoq oleh Frans Jiu Luay, serta pentas Sape oleh Anyeq Lian dan Gambus Tangkilan oleh Juwita dari Kalimantan Timur. Seniman asal Madura menampilkan Wayang Topeng Dalang (Efran) dan karawitan. (Red)