KABARDAILY.COM – Menjelang pencairan Tunjangan Kinerja (Tukin) yang diperkirakan akan disalurkan pada bulan Juni atau Juli mendatang, Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain (SRD) ISBI Aceh, Ichsan, M.Sn., mengimbau seluruh dosen untuk mengoptimalkan kinerja secara maksimal. Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari tanggung jawab profesional dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugasnya di lingkungan pendidikan tinggi. Surat menyusul, kata Ichsan kepada media (29/05) di Banda Aceh.
Dalam pernyataannya, Ichsan menegaskan bahwa optimalisasi kinerja bukan hanya untuk memenuhi indikator penilaian Tukin semata, melainkan sebagai wujud komitmen pengabdian kepada institusi dan bangsa. “Kinerja yang baik bukan hanya untuk memperoleh hak, tapi lebih pada tanggung jawab moral dan profesional sebagai pendidik,” ujarnya.
Salah satu sorotan dalam evaluasi kinerja kali ini adalah praktik pembelajaran daring yang masih dilakukan oleh beberapa dosen tanpa konfirmasi resmi kepada jurusan dan kurangnya kontribusi dosen di masing masing prodi. Ichsan menyayangkan hal tersebut karena tidak sesuai dengan peraturan pembelajaran yang telah disepakati. “Bukan soal untung-rugi bagi mahasiswa, tapi ini soal aturan. Tidak ada pembelajaran daring yang dibenarkan tanpa alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, serta bagaiman bisa dosen acuh tak acuh terhadap prodinya” tegasnya.
ISBI Aceh yang berlokasi di Jantho telah menyediakan berbagai fasilitas pembelajaran tatap muka yang memadai. Ruang kelas dan studio telah dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC) dan peralatan pendukung lainnya guna menunjang kenyamanan dan produktivitas belajar mengajar.
Tak hanya itu, Rektor ISBI Aceh, Prof. Dr. Wildan, juga telah menambah sarana dan prasarana khususnya di studio-studio praktikum. Fasilitas tersebut kini memiliki kecanggihan di atas rata-rata standar nasional, memberikan kemudahan sekaligus tuntutan lebih kepada dosen untuk hadir dan mengajar secara langsung di kampus.
Ichsan mengungkapkan bahwa pihak jurusan akan mengirimkan surat resmi kepada dosen-dosen yang terindikasi masih mengajar secara daring untuk meminta klarifikasi atas alasan yang mendasarinya. Kita juga akan mengirimkan surat kepada dosen yang kurang aktif atau bahkan tidak berkontribusi. “Kita akan konfirmasi, apakah alasannya realistis atau tidak. Karena secara umum, semua kebutuhan sudah difasilitasi oleh kampus,” ujarnya.
Selain kepada dosen, imbauan serupa juga ditujukan kepada para staf jurusan. Ichsan meminta agar staf bekerja sesuai prosedur, mengisi log harian, dan memastikan semua tugas administratif diselesaikan dengan kualitas terbaik. “Kedisiplinan administrasi adalah bagian dari kinerja. Jangan hanya terpacu karena akan ada Tukin, tapi jadikan ini budaya kerja kita,” katanya.
Menurut Ichsan, momentum menjelang pencairan Tukin ini seyogianya menjadi pengingat akan esensi pengabdian sebagai ASN. Kinerja yang optimal bukan hanya tuntutan birokrasi, melainkan manifestasi integritas dalam melayani pendidikan tinggi dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Di akhir pernyataannya, Ichsan berharap agar semangat kerja yang tinggi dapat terus dipertahankan oleh seluruh civitas akademika, tidak hanya menjelang pencairan tunjangan, tetapi sebagai budaya kerja harian yang mencerminkan nilai profesionalisme dan tanggung jawab bersama.




















