“Ke depan akan programkan kegiatan Trainer of Trainer (TOT) lebih banyak lagi tentang pendidikan inklusif dan kita lakukan secara kontinyu serta sistematis, “ujar Silahuddin.
“Untuk hasil yang maksimal kegiatan-kegiatan seperti ini, pada masa akan datang diupayakan dengan pelibatan banyak unsur diantaranya Majelis Pendidikan Daerah (MPD) dan unsur masyarakat lainnya supaya lebih variatif untuk hasil yang lebih terukur dan terprogram, “pungkasnya.
Sementara ketua panitia, Ardiansyah, S.Pd, yang juga kepala SDN Cot Meuraja mengatakan acara sosialisasi dan workshop peningkatan kapasitas guru inklusif diikuti oleh 40 peserta dari delapan sekolah, terdiri dari kepala sekolah, guru dan kepala sekolah dengan narasumber Drs. Irham Hosni, M. Pd dari Kemendikbud.
“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan konsep pendidikan inklusif serta strategi implementasinya kepada sekolah penyelenggara dan pemangku kepentingan lainnya, “ujar Ardiansyah.
“Dengan kegiatan sosialisasi ini para peserta dapat menerima pengetahuan tentang inklusif sehingga para peserta mampu menemukan dan mengenali kebetagaman peserta didik, sehingga tidak salah konsep dalam membedakan peserta didik yang berkebutuhan khusus, “tandas Ardiansyah.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud, Agus Jumaidi, S. Pd dan Kasi Guru dan Tenaga Kependidikan, Fakhriadi, S. Pd.



















