KABARDAILY.COM | PROFIL – Curriculum Vitae (CV) pemudi Bireuen ini hanya setengah halaman. Tidak banyak yang ditulisnya. Pengalaman kerja formalnya hanya di dua tempat. Pertama ia bekerja di Lazis Al Hikmah Jakarta Selatan, bidang program dan distribusi pada tahun 2022. Yang kedua di Yayasan Ar Risalah Aceh Bireuen, sebagai Humas sejak tahun 2023 – sekarang. Barangkali karena usianya juga masih sangat muda (23 tahun) sehingga Daftar Riwayat Hidup-nya juga sederhana.
Ananda Fildza Alifa, S.Sos perempuan kelahiran 24 Oktober 2000 di Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen ini adalah Caleg PKS Nomor Urut 3 untuk DPR RI. Namanya terselip diantara nama besar H Muhammad Nasir Djamil, Anggota DPR RI asal Aceh yang sudah menjabat selama 4 periode sejak 2004 yang berada pada Nomor Urut 1 dan Tengku Insyafuddin, mantan Wakil Bupati Aceh Tamiang, pada Nomor Urut 2.

Dan ada dua nama senior lainnya dalam daftar itu yakni tokoh Gayo yang juga Ketua Umum Asosiasi Klinik Indonesia atau Asklin dr Eddi Junaidi Sp.OG dan Aidil Fan, mantan Anggota DPRK Kota Langsa.
Dan karena itu pula ia sempat menolak saat namanya masuk daftar bakal calon Aleg PKS awal 2023 lalu. Namun kemudian support dari keluarga dan gurunya Nurbayan, M.Sos serta pengurus teras PKS Bireuen, ia mantapkan hati untuk berjuang bersama pada Pemilu 2024 dalam organisasi besar PKS. Hal lainnya adalah karena ia tahu, sejak awal PKS mengusung Anies Baswedan sebagai Capres.
Pada dasarnya ia adalah organisator muda dan bertalenta. Sejak sekolah menengah di MTs dan MA Yapena Arun ia sudah aktif berorganisasi. Selama 6 tahun di pesantren modern tersebut ia terbiasa di forum organisasi madrasah, formal dan ekstra kurikuler.
Melanjutkan kuliah di STID Al Hikmah Jakarta tahun 2018 adalah kesempatan baginya untuk terus berkembang. Berbagai aktivitas mahasiswa di kampus tersebut menampung bakatnya berorganisasi. Yang paling kuat menempa jiwa dan semangatnya adalah KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dan Garuda Keadilan, selain BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Al Hikmah.
Jiwa militannya sebagai aktivis KAMMI terus berkembang. Belum genap umur 19 tahun, ia sudah mendapat mandat jadi Saksi PKS dan Saksi Pasangan Capres dan Cawapres Prabowo- Sandi pada Pemilu 2019 di Jakarta. Ia juga ikut demonstrasi mahasiswa pada Mei 2019.
Juga pada beberapa agenda demonstrasi lainnya termasuk saat mahasiswa Jakarta menolak RUU Omnibus Law. Parlemen jalanan adalah “kelas” khusus walau nilainya tidak masuk dalam transkrip, sebut Fildza kepada media ini mengenang aktivitas di Jakarta.
Akhir 2022 ia menyelesaikan kuliah S1. Wisuda tanggal 13 Desember itu momentum istimewa baginya. Yang jadi orangtua wali adalah tokoh nasional asal Aceh, Prof Dr Nazaruddin Sjamsuddin MA dan isteri. Beralasan, karena semester terakhir ia tinggal bersama keluarga ini di Duren Tiga.
Kemudian awal 2023 ia pulang kampung ke Bireuen, kerja di Azkiya dan masuk Daftar Calon Tetap (DCT) DPR RI. Caleg muda yang mengusung tema kampanye “Perempuan Aceh Berjaya dan Berdikari” ini merasakan waktu berjalan sangat cepat. Ia bertekad terus maju dan berkembang. Jadi Caleg baginya bukan tujuan akhir, namun kalau takdir Allah menjadi Anggota Dewan, siapa yang tahu.(Tim)




















