Fasilitas Lab SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng Rusak Parah Pascabanjir, Sekolah Harap Dukungan

KABARDAILY.COM – Banjir yang melanda Kabupaten Bireuen, 26 November 2025 berdampak serius terhadap sektor pendidikan. SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng (PSK) menjadi salah satu sekolah yang mengalami kerusakan berat, terutama pada fasilitas laboratorium dan ruang belajar.

Kepala SMA Negeri 1 PSK, Anna Fadhla, kepada media ini di Lueng Daneun, mengatakan seluruh fasilitas laboratorium di sekolah tersebut rusak total akibat terendam banjir selama beberapa hari. Laboratorium fisika, kimia, biologi hingga komputer yang selama ini menunjang proses pembelajaran kini tidak dapat digunakan.

“Semua fasilitas lab rusak. Tidak ada yang bisa dipakai lagi. Ini sangat berdampak pada proses belajar siswa,” ujar Anna, Rabu, (22/42026).

Ia menjelaskan, kerusakan tersebut menyebabkan kegiatan praktikum yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran sains dan teknologi terhenti. Para siswa terpaksa mengikuti proses belajar tanpa didukung fasilitas yang memadai.

Selain laboratorium, sebanyak sembilan ruang kelas juga mengalami kerusakan. Meja, kursi, serta perlengkapan belajar lainnya tidak dapat digunakan akibat terendam air dan lumpur.

Di tengah kondisi tersebut, pihak sekolah berharap adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak untuk pemulihan sarana pendidikan, khususnya laboratorium.

“Kami sangat berharap ada bantuan dari para donatur. Anak-anak kami butuh fasilitas untuk belajar. Ini menyangkut masa depan mereka,” katanya di sela-sela kegiatan sosialisasi bahaya narkoba.

Sementara itu, Ketua Komite SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng, Tgk H Jamaluddin, turut mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk membantu pemulihan pascabanjir di sekolah tersebut.

Menurutnya, kerusakan fasilitas pendidikan tidak bisa dibiarkan berlarut karena akan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran siswa.

“Kami berharap semua pihak dapat ikut membantu, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat. Ini tanggung jawab bersama agar proses belajar mengajar bisa kembali normal,” ujar Jamaluddin, yang juga mantan Kepala SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng.

Saat ini, SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng masih berupaya bangkit di tengah keterbatasan, sembari menunggu uluran tangan berbagai pihak agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya. (MA)