Ayo Pemuda, Jadi Agen Revolusi Mental

Feature,kabardaily.com – Revolusi Mental yang digagas Presiden Jokowi memiliki tujuan mulia untuk pembangunan sumber daya manusia dan kebudayaan Indonesia yang berkarakter serta memiliki nilai universal.

Hal itu disampaikan salah seorang Pemuda di Aceh, Sirathallah yang mengaku saat ini revolusi mental belum mampu diadopsi secara maksimal oleh pemuda yang terlampau digilas oleh pemanfaatan teknologi media sosial kurang tepat.

” Revolusi mental belum mampu kita lakukan, perilaku intoleransi dan ujaran kebencian (hate speech) masih terpampang di media sosial. Kita belum mampu manfaatkan teknologi dengan baik dan untuk kebajikan,” kata Sirath.

Ia mengatakan rusaknya mental ini ternyata lebih berbahaya dari Covid-19, karena penyebarannya beruntun sangat cepat dan terus menerus, jarang sekali ada yang sembuh hingga bertahun-tahun. ” Ini lebih berbahaya dari Covid-19,” katanya.

Lebih berbahaya yang ia maksudkan, saat sebuah hoax, ujaran kebencian dan kata-kata intoleran dilontarkan lewat media sosial maka akan terus menerus dikomentari, dipanas-panasi hingga terkadang terjadi kontak fisik gara-gara sebuah komentar yang akhirnya merusak persaudaraan dan persatuan bangsa.

 

Gerakan revolusi mental yang digaungkan Presiden Jokowi bukan dalam arti sebuah program sosialisasi dan pembinaan, tetapi lebih tepatnya mengajak bersama-sama secara bola salju merubah sikap, mental dan karakter kita yang sebenarnya sebagai bangsa Indonesia.

Sehingga, Ia mengajak mahasiswa dan pemuda untuk menjadi agen revolusi mental dengan cara memulai dari diri sendiri dalam pergaulan, komunikasi lewat media sosial dan sebagainya.

“Ayo kita mulai dari diri kita pribadi, menularkan kebaikan kepada sesama, tidak terpengaruh dan menyebarkan hal yang tidak baik dan kurang bermanfaat,” imbuhnya.