SANTERDAILY.COM | LHOKSEUMAWE-Muhammad Saidinas, siswa SMAN 7 Lhokseumawe ini bukanlah siswa sembarangan. Saidinas merupakan siswa berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.
Meskipun pemerintah telah menyediakan sekolah khusus, tetapi Saidinas tetap belajar di sekolah reguler. Pergaulannya sama dengan siswa normal lainnya. Demikian juga dengan proses pembelajaran yang satu kelas dengan siswa normal lainnya.
Saidinas merupakan penyandang disabilitas yang tidak dapat melihat atau lebih dikenal dengan sebutan tuna netra. Meskipun memiliki kekurangan tetapi tidak demikian dengan semangat belajarnya. Saidinas selalu belajar keras guna mencapai cita-citanya. Hasilnya Saidinas menjadi salah satu siswa berprestasi di SMAN 7 Lhokseumawe.
Sejak kecil Saidinas sudah menunjukkan prestasinya. Berdasarkan laporan orang tuanya, Saidinas pernah mewakili Aceh dalam lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Manado pada tahun 2011.
Tentu prestasi yang sangat luar biasa untuk siswa berkebutuhan khusus. Pada tahun 2014, dia juga meraih peringkat 7 dalam ajang Festival Lomba dan Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Semarang. Pada lomba tersebut Saidinas merupakan duta cabang Tilawah Alquran.
Jika tingkat nasional sudah meraih prestasi, tentu ajang lomba tingkat Kota Lhokseumawe sudah pasti berprestasi pula. Pada tahun 2017 Saidinas meraih juara I MTQ tingkat Kota Lhokseumawe untuk cabang Tilawah Tunanetra. Prestasi demi prestasi terus menghampiri Saidinas.
Prestasi Saidinas bukan hanya bidang OSN dan FLS2N saja. Untuk kategori teknologi, Saidinas juga jagonya. Pada ajang Jambore Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) Disabilitas kategori remaja regional Sumatera, Saidinas meraih juara II. Prestasi tersebut merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi orang tua maupun SMAN 7 Lhokseumawe.
Teranyar, dalam Simulasi 2 Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019 tanggal 28 – 31 Januari 2019, siswa pendiam ini meraih nilai tertinggi dari seluruh siswa SMAN 7 Lhokseumawe. Pada mata pelajaran Bahasa Inggris misalnya, Saidinas berhasil menjawab benar sebanyak 38 soal dari 50 soal yang diujikan. Saidinas mengaku kesulitan menjawab soal berbentuk gambar sehingga dia hanya menjawab benar sebanyak 38 soal. Demikian juga mata pelajaran lain dimana Saidinas selalu lebih tinggi dari siswa normal lainnya.
Saat mengikuti simulasi 2 UNBK, Saidinas menggunakan laptop miliknya sendiri. Simulasi yang diikuti sama dengan siswa normal lainnya. Menurut Kepala SMAN 7 Lhokseumawe, Drs. Saifuddin, MM, pihak sekolah sudah meminta ke pusat agar Saidinas diperlakukan khusus saat UNBK nanti.
Berdasarkan informasi dari website UNBK, Saidinas diberi 2 peluang yang menggunakan aplikasi khusus atau Ujian Berbasis Kertas. Setelah berkonsultasi dengan Saidinas, maka sekolah mengajukan Ujian Komputer menggunakan aplikasi khusus.
Saifuddin mengaku sangat bangga dengan berbagai prestasi yang diraih Saidinas. Seharusnya siswa lain iri dan malu dengan prestasi yang diraih Saidinas. Oleh karena itu siswa lain harus terus belajar keras agar nanti saat meraih cita-cita mampu bekerja cerdas. Selamat Saidinas, SMAN 7 Lhokseumawe bangga punya siswa sepertimu.
Penulis : Darmawan
Editor : Rusydi




















