- Karya Musyiirah Aflah, Siswa SMA Negeri 1 Lhokseumawe
KABARDAILY.COM | PUISI
Hujan turun tanpa jeda,
dari pagi tak berhenti.
di kampung kecil itu,
air mengumpul seperti cerita yang terlalu lama disimpan.
Sepeda di halaman berubah jadi bayangan,
jalan yang biasa ramai
menjadi garis gelap tanpa ujung.
Namun dari balik pintu yang ditutup rapat,
suara orang-orang tetap saling memanggil,
menjaga hangat yang tersisa.
Langit menguji,
tapi tanah Aceh selalu ingat caranya berdiri.
Di balik air yang menelan langkah,
ada hati yang tidak ikut tenggelam.
Dan ketika hujan pergi
tanpa mengucap selamat tinggal,
kita akan menemukan pagi yang lahir dari sisa-sisa keberanian semalam.
Lhokseumawe, 6 Desember 2025
Editor : Hamdani Mulya




















