Bireun Gelar Festival Hari Anak Nasional; ISBI Aceh Jadi Juri Musik dan Lukis

BIREUEN,KABARDAILY.COM –  Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional, Pemerintah Kabupaten Bireun menggelar festival seni dan kreativitas yang melibatkan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Acara yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Pendopo Bupati Bireun, yang juga dikenal sebagai Rumah Singgah Bung Karno, pada tanggal 2 Agustus dan memuncak pada malam harinya dengan penampilan seni dari para peserta.

Festival ini menghadirkan lebih dari belasan lomba yang mencerminkan semangat dan potensi generasi muda Bireun, di antaranya lomba ragam hias, lomba lukis, dan lomba cipta Mars Bireun. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi dan apresiasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan interaksi lintas usia serta lintas lembaga.

Menariknya, dalam festival kali ini, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh turut andil dalam perhelatan sebagai juri dalam beberapa cabang lomba seni diantaranya Prof. Dr. Wildan, M.Pd., Dr. Angga Eka Karina, M.Sn., Ichsan, M.Sn., dan Ani Kholila, M.Sn. dipercaya untuk memberikan penilaian dalam lomba musik dan seni rupa.

Kehadiran ISBI Aceh sebagai juri tidak hanya memberikan legitimasi akademik pada kegiatan tersebut, tetapi juga menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan institusi pendidikan tinggi dalam membina generasi muda di bidang seni dan budaya.

Reny Fharina, selaku salah satu koordinator lomba, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk penghargaan terhadap potensi anak-anak dan remaja Bireun. “Lomba ini kami buka untuk siswa, mahasiswa, bahkan masyarakat umum. Harapannya, kegiatan ini bisa berlanjut setiap tahun, dan menjadi momentum untuk mengapresiasi karya dan ide kreatif anak-anak Bireun,” ujarnya.

Menurutnya, minat anak-anak dan pelajar terhadap seni cukup tinggi. Hal ini terbukti dari antusiasme peserta yang mencapai ratusan orang dalam berbagai cabang lomba. “Semangat mereka sangat luar biasa. Mereka ingin karyanya didengar, dilihat, dan dihargai,” tambah Reny.

Salah satu dewan juri, Ichsan, M.Sn., yang juga dosen ISBI Aceh, mengungkapkan kekagumannya atas semangat dan bakat para peserta. Ia menilai bahwa potensi seni di Bireun sangat besar dan perlu terus difasilitasi oleh pemerintah daerah. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Bireun dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ini bukan hanya soal lomba, tetapi juga ruang pengakuan atas bakat dan kerja keras generasi muda,” ujar Ichsan.

Lebih jauh, Ichsan menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan seperti ini dalam kurikulum pendidikan dan kebijakan kebudayaan daerah. Menurutnya, seni harus menjadi bagian integral dari pembangunan karakter dan sosial masyarakat. “Seni adalah jembatan emosional dan intelektual anak-anak. Dari sanalah muncul empati, disiplin, dan kreativitas,” tuturnya.

Prof. Dr. Wildan, M.Pd., yang turut andil sebagai juri, juga menyampaikan harapannya agar karya-karya terbaik yang lahir dari festival ini bisa didokumentasikan dan dijadikan koleksi visual Kabupaten Bireun. Ia juga berharap agar Mars Bireun yang diciptakan melalui lomba bisa menjadi identitas musikal daerah yang menggugah semangat warga.

Suasana di Pendopo Bupati Bireun tampak hidup sejak beberapa hari lalu. Anak-anak membawa lukisan-lukisan penuh warna, pemusik muda memadukan alat musik tradisional dan modern, sementara panitia tampak sigap mengatur jalannya lomba dengan tertib dan penuh semangat.

Festival Hari Anak Nasional ini sekaligus menjadi refleksi bahwa Bireun bukan hanya kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga memiliki generasi penerus yang siap menjaga dan mengembangkan nilai-nilai tersebut melalui karya seni. Ke depan, diharapkan kolaborasi seperti ini semakin diperluas dengan melibatkan sekolah, kampus, dan komunitas seni secara lebih intensif.

Dengan semangat ini, Hari Anak Nasional di Bireun tak hanya menjadi perayaan simbolis, tetapi juga tonggak penting bagi pembangunan kebudayaan dan pendidikan karakter berbasis seni di Aceh. ISBI Aceh, sebagai institusi yang konsisten membina potensi seni, siap terus menjadi mitra strategis dalam mewujudkan generasi yang kreatif, cerdas, dan berbudaya.