Dosen ISBI Aceh, Anni Kholilah, M.Sn, Angkat Warisan Budaya Nusantara di Dua Pameran Bergengsi

KABARDAILY.COM  –  Anni Kholilah, M.Sn, dosen dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, kembali menorehkan prestasi di dunia seni rupa dengan berpartisipasi dalam dua pameran besar secara bersamaan.

Kedua pameran tersebut adalah “Kontribusi Seni Rupa Nusantara terhadap Pengembangan Peradaban & Kesejahteraan Masyarakat” yang digelar di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, pada 10-17 Februari 2025, serta “Pesona Indonesia” yang berlangsung di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, pada 8-14 Februari 2025.

Dalam pameran pertama di Jakarta, Anni Kholilah memamerkan karyanya yang berjudul “Jalur Rempah”. Pameran ini dibuka secara resmi oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc, yang menekankan pentingnya peran seni rupa dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan bangsa.

Karya “Jalur Rempah” menggambarkan peran strategis Aceh dalam jalur perdagangan rempah Nusantara. Sebagai daerah penghasil rempah utama di masa lalu, Aceh menjadi salah satu titik penting dalam sejarah perdagangan global, yang tidak hanya membawa kekayaan, tetapi juga pertukaran budaya dan peradaban.

Jalur rempah bukan sekadar jalur ekonomi, tetapi juga jalur diplomasi dan penyebaran ilmu pengetahuan yang memperkaya peradaban dunia. Dengan karya ini, Anni ingin mengingatkan kembali betapa pentingnya menjaga warisan budaya dan memahami sejarah perdagangan yang telah membawa Nusantara ke dalam pusaran ekonomi global sejak berabad-abad lalu.

Sementara itu, di pameran kedua di Yogyakarta, Anni Kholilah menampilkan karya berjudul “ISE”, yang mendeskripsikan filosofi pohon beringin sebagai simbol kepemimpinan yang ideal. Pohon beringin dikenal memiliki karakteristik yang kuat dan mengayomi, dengan struktur besar yang dapat memberikan perlindungan dari sinar matahari, menyimpan cadangan air, serta memiliki akar dan batang yang kokoh.

Selain itu, bijinya juga bermanfaat bagi ekosistem karena menjadi sumber makanan bagi burung. Dalam perspektif budaya, pohon beringin sering dijadikan lambang keseimbangan dan keberlanjutan.

Kepemimpinan yang baik seharusnya mencerminkan sifat beringin: kokoh dalam prinsip, memberikan manfaat bagi sekitar, serta tetap membumi meskipun menjulang tinggi. Lewat “ISE”, Anni Kholilah ingin menyampaikan pesan bahwa seorang pemimpin haruslah mampu mengayomi rakyatnya dengan kebijaksanaan dan keteguhan hati.

Ichsan, M.Sn selaku Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain mengaparesiasi Keterlibatan Anni Kholilah. “Kontribusi dalam dua pameran ini menjadi bukti nyata dedikasi dan kontribusinya dalam dunia seni rupa.

Kehadirannya di dua ajang prestisius ini tidak hanya mengharumkan nama ISBI Aceh, tetapi juga memberikan inspirasi bagi mahasiswa dan seniman muda untuk terus berkarya dan melestarikan nilai-nilai budaya Indonesia melalui seni”, ujarnya.

Menanggapi keikutsertaannya dalam dua pameran ini, Anni Kholilah atau yang sering di juluki Anni Si Pelukis Beringin menyampaikan harapannya agar seni rupa Indonesia semakin dikenal luas hingga ke kancah dunia.

“Harapannya ke depan, semoga seni rupa di Indonesia semakin mendunia, dan bagi mahasiswa ISBI Aceh semoga kegiatan pameran ini bisa menginspirasi untuk aktif mengikuti kegiatan pameran seni rupa ke depannya, baik lokal, nasional, kalau bisa sampai internasional,” ungkapnya.

Dengan tema dan pesan yang kuat dalam setiap karyanya, partisipasi Anni Kholilah diharapkan dapat memperkuat apresiasi masyarakat terhadap seni rupa sebagai medium komunikasi budaya dan sejarah. Dua pameran ini sekaligus menjadi ajang penting dalam memperkenalkan kekayaan seni rupa Nusantara kepada publik yang lebih luas.