KABARDAILY.COM,HEADLINE.NEWS – Hari ini 29 tahun yang lalu musibah karam kapal Gurita yang terjadi pada 19 Januari 1996 merupakan musibah transportasi laut terbesar di Aceh.
Ketika itu, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Gurita membawa 378 penumpang, tenggelam sekitar 5–6 mil laut dari Perairan Teluk Balohan, Kota Sabang, Provinsi Aceh.
Hanya 40 orang yang selamat dari 378 penumpang kapal itu, sementara 54 orang meninggal dan 284 lainnya dinyatakan hilang.
KMP Gurita melayani rute Pelabuhan Malahayati di Krueng Raya, Aceh Besar, ke Pelabuhan Balohan di Sabang.
Waktu hari musibah, KMP Gurita berangkat pukul 18.45 dari Pelabuhan Malahayati, dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Balohan pada pukul 21.00 WIB.
Ketika kapal mau memasuki pelabuhan Balohan Sabang seketika oleng dan nahkoda tidak dapat menguasai situasi.
Diketahui, KMP Gurita ternyata mengangkut penumpang melebihi kapasitas.
KMP Gurita memiliki kapasitas sebanyak 210 penumpang, tetapi malam itu diisi hingga 378 orang.
Disamping kelebihan penumpang, KMP Gurita juga membawa barang sebanyak 50 ton. Dan ketika kapal oleng akibat gangguan cuaca, nahkoda kesulitan menguasai kapal.[*]




















