BIREUEN,KABARDAILY.COM – Anggota Komisi III DPR RI , M. Nasir Djamil, mendesak agar Polres Bireuen segera mengungkap motif dibalik kematian Muhammad Hasyimi (45), warga Gampong Tanjong Beuridi Kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen. Hal ini disampaikannya, menjawab pertanyaan media ini via aplikasi WatsApp, Minggu malam (8/6/2025) di Bireuen.
Menurutnya, kasus ini memiliki kejanggalan yang tidak bisa diabaikan.
“Pengungkapan penyebab kematian almarhum penting dilakukan karena banyak ditemukan kejanggalan. Apalagi, almarhum adalah anak tokoh perjuangan GAM yang sangat berpengaruh di Peusangan, yaitu anak dari Tgk Abdulhadi Muhammad Isa Tanjong Beuridi yang syahid di Gunong Goh, tahun 1990 ,” sebut Nasir lebih lanjut.
Anggota DPR RI Fraksi PKS ini percaya, kebenaran segera terungkap. Ia mengaku turut berdukacita dengan kematian almarhum.
“Mudah-mudahan keluarga tabah menghadapi cobaan ini,” tambahnya.
Sebelumnya Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, SIK MMed Kom, di Bireuen, Minggu (8/6/2025) menyampaikan, anggotanya sedang mengungkap penyebab kematian Muhammad Hasyimi.
“Tim di lapangan sedang mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti,” kata Kapolres Bireuen.
“Kita tunggu aja hasil penyelidikan dan pengembangan tim reskrim. Kita tidak boleh menduga-duga,” ujarnya lebih lanjut, saat ditanya tentang kejanggalan kematian almarhum.
Sebagaimana berita sebelumnya, jenazah Muhammad Hasyimi ditemukan jatuh di jurang, perbatasan Gampong Darussalam dan Pulo Harapan, Kecamatan Peusangan Selatan, Rabu (4/6/2025). Pihak keluarga merasa ada kejanggalan dan mulai curiga setelah melihat kondisi jenazah.
Abdul Hakim (46), abang kandung korban, menyampaikan, sebelum menghilang, Hasyimi sempat terlihat bersama tiga rekannya, Si Weuk, Si Tar, dan Si Apoe, menikmati mie goreng di sebuah warung kopi di Gampong Darussalam. Kemudian, mereka pergi menuju kawasan hutan menggunakan sepeda motor Honda Vario.
Sekitar pukul 12.00 WIB siang, keluarga menerima kabar duka dari dua mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjong Beuridi, Helmi dan Jumana, tentang kondisi korban yang meninggal dunia akibat jatuh ke jurang.
“Awalnya kami hanya ingin mencari jasad korban untuk dikebumikan. Tapi saat menemukan jenazahnya, banyak warga yang merasa curiga karena ada luka-luka yang tidak wajar,” ungkap Abdul Hakim.
Kemudian, jasad Hasyimi dibawa ke RSU dr. Fauziah Bireuen untuk otopsi. Hasilnya, ditemukan luka di bagian belakang telinga kiri dan siku kiri korban. (MA)




















