KABARDAILY.COM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wanita persatuan Pembangunan (WPP) Aceh melaksanakan Pelatihan palitik perempuan tahap dua (2) dengan peserta 70 kader ditingkat kecamatan ( Aceh Besar dan Kota Banda Aceh, peserta tingkat dasar sehingg menjadi kader elit untuk digembleng dalam pelatihan Politi perempuan & Public speaking.
Dalam pelatihan yang lalu juga sudah kita laksanakan kegiatan seperti ini dengan peserta dari kabupaten kota se-Aceh, Melalui pelatihan politik perempuan ini saya berharap bisa lahir kader penggerak dan mampu menjalankan peran strategis, baik di tengah masyarakat, organisasi, maupun struktur kepartaian yang kian kompetitif yang tidak hanya loyal pada partai, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dan penggerak perjuangan PPP di daerah masing-masing,”ujar ketua Wanita Persatuan Pembangunan Aceh ibu Fauziah Azis.
Sekretaris DPW PPP Aceh H. Illmiza Sa’aduddin Djamal, MBA dalam kata sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan kulminasi dari proses seleksi panjang untuk mencari figur penggerak yang sesungguhnya.
Pelatihan Politik perempuan yang strategis untuk mematangkan militansi kader perempuan di tengah dinamika politik dan isu kuota 30 persen kuota diparlemet yang merupakan kader-kader terbaik PPP ujarnya.
Beliau juga Ucapan terima kasih kepada PH WPP Aceh membantu tugas, visi-misi partai, mengapresiasi perjuangan kader, mengintrospeksi capaian dan tantangan, serta mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk bersatu, bekerja keras, dan berjuang untuk rakyat, sering diakhiri dengan semangat perjuangan dan doa. Tujuannya untuk membakar semangat konsolidasi, memotivasi kader, dan membangun kepercayaan publik menuju kesuksesan partai.
Mengapresiasi kerja keras PH WPP Aceh yang salah satu banom ppp dalam
Memotivasi untuk konsolidasi, kerja nyata, dan pengabdian tanpa pamrih
Menegaskan kembali perjuangan partai untuk rakyat, seperti keadilan, kesejahteraan, atau demokrasi.
Ilmiza yang juga merupakan anggota DPR Aceh, menekankan pentingnya pelatihan Politik perempuan dan Public speaking untuk mendapatkan kepemimpinan ideologis dan kemampuan membaca peta dinamika sosial politik yang terus berubah.
Pelatihan ini bukan sekadar pelatihan formal, tetapi proses kaderisasi yang menyiapkan pemimpin yang berintegritas, responsif, dan siap bekerja untuk umat,” ucap dia.
Dalam pelatihan tersebut, kurikulum yang diberikan mencakup penguatan ideologi partai, kepemimpinan transformasional, komunikasi politik, hingga strategi pengorganisasian.
Metode yang digunakan pun ditekankan pada aspek interaktif melalui simulasi dan studi kasus, guna menguji soliditas organisasi para peserta.
Mawardi Basyah, S.Sos dalam sambutan penutupan acara Pelatihan Politik Perempuan & public speaking mengatakan Alhamdulillah acara yang dilaksanakan oleh WPP Aceh sangatlah penting agar kedepan perempuan tidak hanya untuk memenuhi quota 30 persen saja tetapi menjadi pertimbangan khusus dari partai untuk memberi peluang khusus di nomor satu agar perempuan dapat terpenuhi quota 30 persen di parlement, beliau juga memberi apresiasi kepada wpp Aceh yg sudah merancang program ini, dan suksesnya sukses melaksanakannya, sebelum saya menutup acara ini saya berharap dan berpesan kepada ketua wpp Aceh untuk bisa mengajak istri saya bergabung dalam pengurus wpp untuk bisa berkontribusi kepada wpp. Tutur mawardi yang juga anggota DPR Aceh .




















