Bireuen,kabardaily.com – Perbedaan dalam Islam adalah fitrah kemanusiaan, bahkan fitrah alam semesta. Karena itu yang paling penting adalah bagaimana kita memaknai dan menghargai perbedaan itu. Jangan sampai perbedaan pandangan dan mazhab, membuat kita tidak bersatu.
Yang tidak boleh berbeda adalah ketika bicara masalah Tauhid. Kita harus sama ketika menghadapi kebodohan, kemiskinan, penyakit moral masyarakat, judi, narkoba, LGBT, dan hal-hal dari luar Islam yang menghambat penerapan Syariat Islam di bumi Aceh. Sementara, untuk hal-hal selain itu, sejauh masih ada dalilnya yang dapat dipertanggungjawabkan, metodenya sahih, kita dapat menerimanya. Yang tidak boleh adalah mengkafirkan saudara-saudara kita.
Kemudian, perbedaan adalah cara Allah untuk menuntun kita agar kita senantiasa berfikir dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, memperbaiki kualitas hidup kita, agar lebih dekat kepada-Nya, merubah hidup kita menjadi lebih baik dari hari ke hari. Mari gunakan akal dan nalar yang telah dianugerahkan Allah secara maksimal. Alam semesta senantiasa bergerak, begitu juga akal dan pikiran kita agar senantiasa bergerak.
Ini beberapa catatan penting yang disampaikan Dr. Ali Abubakar, M.Ag, Dosen UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, yang bertindak sebagai Khatib Idul Fitri 1444 H di halaman Masjid Taqwa Muhammadiyah Bireuen, Jum’at (21/4/2023).
Selain intisari tentang perbedaan, Khatib juga mengajak agar jamaah yang merayakan Idul Fitri hari ini, untuk menghormati rekan-rekan sesama muslim yang masih melaksanakan ibadah puasa pada hari ini. Kalaupun hari ini melakukan silaturrahim, maka lakukanlah dengan tetap menghormati orang berpuasa.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di halaman Masjid Taqwa pagi dipadati lebih kurang dua ribuan jamaah, baik itu warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum lain, yang merayakan Idul Fitri pada hari Jum’at. Sebagaimana kita ketahui, tahun ini ada perbedaan penetapan 1 Syawal di Indonesia. Parsyarikatan Muhammadiyah menetapkannya pada hari Jum’at (21/4/2023) sedangkan Pemerintah menetapkannya pada hari Sabtu (22/4/2023), besok.(Mukhlis Aminullah)




















