BIREUEN,KABARDAILY.COM – Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) yang terletak di Kota Bireuen membuka Prodi Pendidikan Khusus untuk menjawab kebutuhan guru dan ASN di Aceh.
Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) telah melangkah secara tepat sebagai pelopor dalam dunia pendidikan khusus di Provinsi Aceh dengan membuka Program S1-Pendidikan Khusus sebagai satu-satunya di Provinsi Aceh.
Inisiator berdirinya program ini dipelopori oleh Dr. Istiarsyah, M.Ed yang merupakan putra Aceh yang menerima beasiswa penuh Pemerintah Aceh dalam menempuh pendidikan S1, S2 dan S3 di bidang Pendidikan Khusus.
Keberadaan Prodi PKh ini diharapkan tidak hanya menjadi tonggak sejarah dalam pengembangan pendidikan di Aceh, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam mendukung kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah Aceh, terutama untuk menjawab kebutuhan Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Guru Pendidikan Khusus demi terselenggaranya pendidikan inklusif, jelas Istiarsyah, Sabtu (17/02/2024).
Menyusul dengan adanya kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Permendikbudristek No. 48 Tahun 2023, kebijakan tersebut menegaskan secara jelas yang mengamanatkan adanya kewajiban bagi Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk membentuk Unit Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan. Tujuan tersebut tentu agar terfasilitasinya satuan pendidikan dalam memberikan Akomodasi yang Layak (AYL) kepada Peserta Didik Penyandang Disabilitas (PDPD) secara optimal.
Dengan adanya kebijakan tersebut, kehadiran Prodi PKh UMMAH menjadi langkah strategis dalam mendukung implementasi kebijakan tersebut. Hal ini juga menciptakan peluang yang lebih luas bagi lulusan Program Studi Pendidikan Khusus untuk terjun langsung ke lapangan kerja dan siap mengabdi dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada siswa dengan kebutuhan khusus di provinsi Aceh dan sekitarnya.
Dr. Muharrir, Lc., M. Ag, Rektor UMMAH, mengatakan, “Kami bangga menjadi pelopor dalam menyediakan Program Studi Pendidikan Khusus di Aceh. Langkah ini sejalan dengan komitmen kami untuk berkontribusi dalam pembangunan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi semua anak di Aceh.
Melalui Prodi PKh ini, kami berharap dapat melahirkan para tenaga pendidik yang profesional dan mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi siswa dengan kebutuhan khusus.”
Sementara itu, Zaenal Abidin, S.Pd,. M.Pd, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UMMAH, menambahkan bahwa program ini tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga menekankan pada pengembangan kemampuan sosial, emosional, dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk menjadi pendidik yang efektif di lingkungan inklusif.
“Kami berupaya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peduli dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan individu dan masyarakat yang beragam,” katanya.
Data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh menunjukkan bahwa jumlah kebutuhan ASN di Aceh, khususnya dalam bidang pendidikan khusus, masih jauh dari mencukupi.
Dengan populasi peserta didik berkebutuhan khusus yang terus bertambah, terutama dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan inklusif, kehadiran Prodi PKh UMMAH diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat dalam memenuhi kebutuhan akan tenaga pendidik yang berkualitas di Aceh.
Selain itu, data nasional juga menunjukkan bahwa kebutuhan akan tenaga pendidik dalam bidang pendidikan khusus tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga nasional. Oleh karena itu, langkah UMMAH untuk membuka Prodi PKh ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya di seluruh Indonesia untuk turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan akan tenaga pendidik yang berkualitas dalam bidang pendidikan khusus.
Dengan didirikannya Program Studi Pendidikan Khusus di UMMAH, kami berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan akan tenaga pendidik yang berkualitas, khususnya dalam mendukung pendidikan inklusif dan memenuhi kebutuhan akan guru SLB di Aceh.
Melalui program ini, kami tidak hanya memberikan pendidikan yang berkualitas tetapi juga berupaya menghasilkan lulusan yang siap terjun langsung ke lapangan kerja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh.” tutur Robiansyah Setiawan, S.Pd,. M.Pd, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Khusus UMMAH.
Dengan demikian, kehadiran Prodi PKh ini sebagai langkah nyata dalam mendukung pendidikan inklusif di Aceh, UMMAH membuktikan komitmennya dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini dan masa depan.
Diharapkan, langkah ini dapat menjadi awal dari transformasi positif dalam dunia pendidikan khusus di Aceh, yang pada akhirnya akan memberikan dampak yang positif bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus serta masyarakat Aceh secara keseluruhan.[*]




















