JANTHO,KABARDAILY.COM | Teuku Muhammad (TM) Husni, S.Pd., M.Pd., yang baru saja dilantik sebagai Koordinator Pusat Pengembangan Pembelajaran di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh mengungkapkan langkah strategisnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan mahasiswa agar siap terjun ke dunia usaha melalui program industrialisasi seni, Sabtu 4 Januari 2025.
TM Husni menjelaskan bahwa salah satu fokus utamanya adalah menciptakan sinergi antara pembelajaran di kampus dengan kebutuhan dunia usaha dan industri kreatif.
“Tentu saja dalam merealisasikan ini butuh kerjasama tim yang kuat dan solid terutama dari tim Pusat Pengembangan Pembelajaran ISBI Aceh dan semua prodi serta sivitas akademika dalam mewujudkannya, “harap TM Husni.
“Mahasiswa ISBI Aceh harus mampu melihat seni tidak hanya sebagai ekspresi budaya tetapi juga sebagai peluang ekonomi. Untuk itu, kami akan memasukkan konsep industrialisasi seni dalam pembelajaran,” ungkapnya.
Salah satu langkah konkret yang direncanakan adalah mengembangkan program pelatihan kewirausahaan berbasis seni. Program ini akan membekali mahasiswa dengan keterampilan untuk mengelola karya seni menjadi produk komersial, seperti produk kerajinan, pertunjukan seni, atau konten kreatif digital.
Selain itu, Husni berkomitmen untuk membangun kemitraan strategis dengan pelaku industri kreatif. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang magang bagi mahasiswa serta memberikan akses langsung ke dunia kerja.
“Kami ingin mahasiswa ISBI Aceh siap bekerja dan mampu bersaing di pasar kerja kreatif nasional maupun global,” tambahnya.
Husni juga menyebutkan pentingnya pembentukan unit inkubasi bisnis seni di ISBI Aceh. Unit ini akan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis mereka dengan bimbingan dari dosen dan praktisi industri. “Kami ingin kampus menjadi katalisator bagi mahasiswa untuk menciptakan lapangan kerja baru di sektor seni dan budaya,” jelasnya.
Sebagai langkah tambahan, Husni juga akan memperkuat integrasi teknologi dalam pembelajaran dengan mengembangkan platform digital untuk mempromosikan karya mahasiswa secara global. Hal ini diharapkan dapat memperluas jaringan mereka di dunia industri kreatif.
“Kami berkomitmen untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik tetapi juga tangguh dan siap bersaing di dunia usaha. Industrialisasi seni adalah jembatan bagi mahasiswa ISBI Aceh untuk membawa budaya Aceh ke panggung dunia sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan,” tutup Husni.
Langkah strategis ini diharapkan dapat membawa ISBI Aceh tidak hanya sebagai pusat pembelajaran seni budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kreatif yang berbasis pada kearifan lokal dan inovasi global.[*]




















