Tiga Dosen Kajian Sastra dan Budaya Dilantik Menjadi Pejabat ISBI Aceh

KOTA  JANTHO,KABARDAILY.COM   – Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Prof. Wildan, M.Pd., melantik 34 pejabat baru dalam sebuah acara resmi yang berlangsung di Aula kampus utama ISBI Aceh, Jumat 3 Januari 2025.

Di antara para pejabat yang dilantik, tiga dosen dari Program Studi Kajian Sastra dan Budaya mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan strategis.

Ketiga dosen tersebut adalah Muhammad Fadli Muslimin, M.A., yang kini menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM); Muhammad Tahir, M.S., yang ditunjuk sebagai Koordinator Program Studi Kajian Sastra dan Budaya; serta Achmad Zaki, M.A., yang menduduki posisi Koordinator Humas dan Kerjasama ISBI Aceh.

Pergantian jabatan ini membawa dinamika baru dalam kepemimpinan Program Studi Kajian Sastra dan Budaya.

Muhammad Fadli Muslimin, M.A., yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Prodi, menyerahkan tugas tersebut kepada Muhammad Tahir, M.S., dengan harapan dapat melanjutkan program-program strategis yang belum terlaksana. Dalam masa transisi, kedua dosen ini menjalin kerja sama erat, berbagi pengetahuan, dan menyusun rencana untuk memperkuat kemajuan prodi ke depan.

Sementara itu, Achmad Zaki, M.A., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan, kini mengemban tugas baru sebagai Koordinator Humas dan Kerjasama.

Dalam perannya, ia berkomitmen untuk memperkuat hubungan ISBI Aceh dengan mitra-mitra strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna mendukung pengembangan institusi.

Dalam sambutannya, Prof. Wildan, M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada para pejabat yang dilantik dan menegaskan pentingnya sinergi dalam menjalankan amanah baru ini.

“Pergantian dan pelantikan jabatan ini adalah langkah penting untuk memastikan kesinambungan program-program strategis ISBI Aceh. Saya percaya, pejabat baru ini memiliki dedikasi dan kapasitas untuk membawa institusi ke arah yang lebih maju,” ujar Wildan.

Dengan formasi kepemimpinan baru ini, ISBI Aceh optimis dapat terus meningkatkan perannya sebagai pusat unggulan seni dan budaya, sekaligus menjawab tantangan perkembangan dunia pendidikan di era modern.