KABARDAILY.COM, Banjir besar yang melanda Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, menyisakan luka mendalam bagi petani Gampong Cot Ara. Sedikitnya 60 hektare sawah produktif milik warga rusak parah setelah tertimbun lumpur setebal hingga dua meter, sehingga lahan tersebut tak lagi dapat digarap.
Musbir, warga Gampong Rancong yang bertetangga dengan Desa Cot Ara, kepada media ini menyebutkan bahwa saat banjir terjadi, air meluap sangat deras dan mencapai ketinggian sekitar enam meter di kawasan persawahan.
“Lebih kurang sawah tertimbun lumpur setinggi dua meter. Waktu kejadian, air mencapai enam meter,” ujar Musbir di Kuta Blang, Rabu (24/12/2025)
Tak hanya merusak lahan, banjir juga menutup total saluran irigasi persawahan akibat timbunan lumpur. Kondisi ini membuat aliran air ke sawah terputus dan mengancam keberlanjutan mata pencaharian petani.
Menurut Musbir, kawasan tersebut sebelumnya merupakan rawa-rawa yang kemudian diolah warga menjadi sawah produktif. Namun pasca banjir, struktur tanah berubah drastis dan kini menyerupai hamparan pasir, sehingga membutuhkan penanganan serius sebelum dapat ditanami kembali.
Camat Kuta Blang, Erizal, STP, MM, membenarkan dampak kerusakan tersebut. Ia mengatakan pihak kecamatan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan awal dan melaporkan kondisi kerusakan kepada pemerintah kabupaten.
“Kami sudah meninjau langsung ke lokasi. Kerusakan sawah cukup parah, terutama karena timbunan lumpur yang menutup lahan dan saluran irigasi. Ini membutuhkan penanganan lintas instansi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan dinas terkait agar segera dilakukan normalisasi irigasi dan upaya pemulihan lahan pertanian, mengingat sawah tersebut merupakan sumber utama penghidupan warga.
“Bahkan Dinas Pertanian sudah mengukur secara teknis tingkat ketebalan sedimen di persawahan warga,” sebut alumni Fakultas Pertanian USK.
Camat Kuta Blang juga menyebutkan, Bupati Bireuen, Mukhlis, ST sudah meninjau langsung ke lokasi terdampak, tidak lama setelah banjir melanda kawasan itu. (MA)




















