KOTA JANTHO,KABARDAILY.COM – Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar Yusran Efendi mengatakan refleksi dan evaluasi sistim pendidikan terpadu (SPT) adalah keniscayaan dan penting sebagai upaya menjaga nilai-nilai keislaman yang terintegrasi kedalam kurikulum Nasional.
Hal itu disampaikan Yusran dalam dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang refleksi dan evaluasi SPT yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar di Sekretariat PGRI Aceh Besar, Gampong Bada (30/04/2025) Rabu.
Dalam paparannya Yusran menyampaikan penerapan SPT ditingkat SD-SMP se-Aceh Besar patut diapresiasi. Menurutnya kombinasi kurikulum Nasional dan muatan lokal sangat baik, program tahfid alquran dan pendidikan karakter yang termuat menambah izzah SPT itu sendiri.
Meski demikian, kata dia, evaluasi kedepan menitikberatkan pada penanaman nilai-nilai karakter. Komisi V sering turun ke sekolah memantau secara langsung, kami berpesan evaluasi hari ini merumuskan satu cara bagaimana pendalaman karakter yang lebih menyentuh dalam penerapan SPT ini, ujarnya.
“Sisi lain menurut hemat kami telah berjalan dengan baik, dan secara teknis juga penting dijaga konsistensinya para pendidik atau guru”, tambah Yusran.
Mengenai penganggaran yang berkembang dalam diskusi, Yusran berkomitmen mensupport penerapan SPT. Ia melalui Fraksinya akan menyuarakan dalam badan anggaran (Banggar) DPRK Aceh Besar.
“Hasil diskusi ini akan kami sampaikan kepada Pimpinan sebagai bahan pertimbangan agar refleksi dan evaluasi SPT mendapat masukan dan saran menyuluruh”, pungkasnya.
Diketahu, pelaksanaan SPT diatur melalui Qanun Pemerintah Kabupaten Aceh Besar Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan diperkuat dengan Qanun Nomor 1 Tahun 2022 tentang Sistem Pendidikan Terpadu.
FGD turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Besar, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, unsur Majelis Pendidikan Daerah (MPD), para ulama, Wakil Ketua Komsi V, serta Tim Asistensi Bupati.




















