PR-STEM USK Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Aceh, Siapkan Roadmap Menuju Center of Excellence STEM Nasional

KABARDAILY.COM – Pusat Riset Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (PR-STEM) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Aula Laboratorium Terpadu USK, Selasa (4/8).

Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 peneliti, terdiri atas guru besar dan dosen bergelar doktor dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Syiah Kuala sebagai wujud penguatan kolaborasi lintas disiplin dalam mengembangkan pendidikan berbasis STEM di Aceh.

FB IMG 1785828820936

Rapat kerja menjadi momentum strategis untuk menyusun arah kebijakan, program prioritas, serta roadmap pengembangan PR-STEM sebagai pusat riset unggulan yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 melalui riset, inovasi, dan kolaborasi multipihak.

Dalam laporannya, Kepala PR-STEM USK menegaskan komitmen seluruh anggota untuk menjadikan PR-STEM sebagai Center of Excellence di Universitas Syiah Kuala yang menghasilkan riset berkualitas, inovasi pembelajaran, penguatan kapasitas guru, serta solusi implementatif bagi peningkatan mutu pendidikan di Aceh.

“PR-STEM diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi katalis lahirnya inovasi yang berdampak nyata bagi sekolah, guru, peserta didik, dan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas disiplin, kami ingin membangun ekosistem STEM yang kuat dan berkelanjutan di Aceh,” ungkapnya.

Rapat kerja secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. Dalam sambutannya, beliau menyoroti tantangan pengembangan pendidikan STEM di tengah perubahan karakter generasi muda.

Menurutnya, kecenderungan Generasi Z yang lebih tertarik pada bidang sosial dan humaniora dibandingkan STEM perlu menjadi perhatian bersama. Persepsi bahwa STEM identik dengan bidang yang sulit, kaku, dan hanya diminati kalangan ilmuwan harus diubah melalui pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“STEM bukan hanya berbicara tentang sains dan teknologi, tetapi juga bagaimana ilmu pengetahuan digunakan untuk menyelesaikan persoalan kehidupan. Oleh karena itu, STEM harus dibumikan agar menjadi menarik, relevan, dan mampu menginspirasi Generasi Z untuk menjadi inovator masa depan,” ujarnya.

Beliau berharap PR-STEM USK dapat menjadi motor penggerak dalam memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas pembelajaran, mendukung peningkatan capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta melahirkan berbagai inovasi pendidikan yang dapat diimplementasikan secara luas di Aceh.
Sebagai bentuk penyelarasan program kerja dengan arah kebijakan Pemerintah Aceh,

Rapat Kerja PR-STEM menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif PR-STEM USK dalam membangun kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Menurutnya, kolaborasi tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, pembinaan talenta peserta didik, serta pengembangan inovasi pembelajaran berbasis STEM.

“Kami menyambut baik kehadiran PR-STEM sebagai mitra strategis Dinas Pendidikan Aceh. Kolaborasi ini diharapkan dapat diwujudkan melalui pendampingan nyata bagi guru melalui MGMP, penguatan ekosistem belajar yang kondusif, serta pembinaan talenta-talenta muda Aceh agar mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama dan penyusunan rencana implementasi program kolaboratif antara Universitas Syiah Kuala dan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh. Kesepakatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi kedua institusi untuk mengimplementasikan berbagai program pengembangan pendidikan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Merumuskan Program Prioritas PR-STEM
Usai sesi pleno, seluruh peserta rapat kerja dibagi ke dalam beberapa klaster diskusi untuk merumuskan program kerja prioritas yang akan menjadi fokus PR-STEM dalam beberapa tahun ke depan.

Diskusi menghasilkan berbagai rekomendasi strategis, di antaranya: penyusunan Roadmap PR-STEM 2026–2030 sebagai arah pengembangan pusat riset; penguatan kolaborasi lintas fakultas dalam riset dan inovasi STEM; pengembangan model pembelajaran STEM yang kontekstual dan berbasis potensi lokal Aceh; pendampingan guru melalui komunitas belajar dan MGMP; pembinaan talenta peserta didik pada bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika; pengembangan platform pembelajaran digital dan sumber belajar STEM; perluasan jejaring kerja sama dengan pemerintah, sekolah, industri, dan mitra internasional.

Seluruh rekomendasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan program kerja tahunan sekaligus memperkuat posisi PR-STEM sebagai pusat riset yang adaptif terhadap kebutuhan pembangunan pendidikan daerah maupun nasional.

Membangun Ekosistem STEM Aceh
Rapat Kerja Tahun 2026 menegaskan komitmen PR-STEM Universitas Syiah Kuala untuk menjadi simpul kolaborasi yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah, sekolah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem STEM yang kuat di Aceh. Melalui riset yang implementatif, inovasi pembelajaran, penguatan kapasitas pendidik, serta pengembangan talenta generasi muda, PR-STEM diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia Aceh.

Sejalan dengan visi Universitas Syiah Kuala sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak, PR-STEM bertekad menjadi pusat unggulan (Center of Excellence) dalam pengembangan pendidikan STEM yang tidak hanya melahirkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan pendidikan, pembangunan daerah, dan pencapaian Indonesia Emas 2045.