JAKARTA,KABARDAILY.COM – Panggung Maestro 2025, ajang budaya yang menampilkan maestro seni tradisional dari berbagai penjuru Nusantara, resmi digelar pada 11–12 Juli 2025 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Bali Purnati dengan mengusung tema “Menjaga Maestro, Melangkah ke Depan.”
Sebanyak 12 maestro dari berbagai daerah tampil dalam kegiatan ini, antara lain dari Gayo (Aceh), Kalimantan Timur, dan Madura. Dari Gayo, tampil maestro sastra LK Ara, maestro Didong yakni M. Din, Mahlil, dan Sukri, serta maestro Tari Guel, yaitu Mustafa Rasyid dan Radensyah.
Dari Kalimantan Timur, penonton disuguhkan dengan pertunjukan Tari Hudoq, Tari Gong, serta musik tradisional Sape dan Gambus Tingkilan. Sementara itu, dari Madura tampil maestro Wayang Topeng dan Karawitan.
Acara ini bertujuan untuk mendukung pelestarian seni budaya Indonesia melalui riset, dokumentasi, dan kolaborasi antara maestro dan generasi muda. Selain menjadi bentuk penghargaan terhadap para pelaku seni tradisi, Panggung Maestro juga diharapkan mampu memperkuat identitas budaya nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Panggung Maestro 2025 mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Direktorat Film, Musik, dan Seni, serta Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan.
Kepada media ini, maestro sastra dari Gayo, LK Ara, menyampaikan bahwa dirinya bersama tim dari Aceh Tengah telah tiba di Jakarta dan siap tampil pada Jumat malam, 11 Juli 2025, dan Sabtu malam, 12 Juli 2025 di panggung terbuka Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.
> “Kami sudah siap tampil dan mempersembahkan seni Gayo dalam suasana penuh semangat budaya Nusantara,” ujar LK Ara melalui sambungan telepon.
Panggung Maestro menjadi ruang pertemuan antara nilai-nilai tradisi dan inovasi, serta wadah konkret menjembatani warisan budaya masa lalu dengan kreativitas masa depan bangsa. (MA)




















