KABARDAILY.COM | PUISI
Hari ini, bukanlah hari kemarin
Bukan juga bulan-bulan kemarin
Duduk dibawah langit yang gundul
Menghitung luka-luka yang di bilur cemburu
Kemudian air mata luruh satu persatu
Hari itu, aku masih sangat mencinta
Di ujung gunung yang terjal dan suram
Mata langit memburam
Aku ketar-ketir mencari jejakmu
Hari ini, bukanlah hari kemarin
Aku telah lelah dengan semuanya
Kau terus menerus menghakimiku
Tanpa memberi ruang untuk ku membela diri
Katamu hanya aku yang terlalu mencinta
Makanya engkau memilihku
Aku cintai dengan sepenuh hati
Aku terima segala kurangmu
Hingga kau menghancurkan ku tanpa belas kasihan
Hahaha,, begitu ya lelaki?
Aku membenci, sangat benci
Mati saja, aku sudah tak peduli
Karya: Sitti zahara Tarmizi
Dari: Ulee gle, Pidie jaya
Salah satu penulis buku Sejuta kisah di tanah rencong.




















