Aceh Besar,kabardaily.com – Kepala Kankemenag Aceh Besar, H Salman Arifin mengungkapkan bahwa madrasah memiliki potensi yang luar biasa dalam bidang literasi dan kreatifitas para guru dan siswa untuk melahirkan berbagai karya.
Hal tersebut disampaikan Salman kepada media ini, Jumat 5 Mai 2023 menanggapi atas prestasi yang dicapai MIN 27 dalam ajang literasi Nasional pada program Nyalanesia.
“Untuk itu patut didukung dan dikembangkan dengan baik, “tambahnya.
“Kemenag Aceh Besar menyambut antusias atas berbagai prestasi yang di raih madrasah, pencapaian yang telah di raih oleh MIN 27 harus menjadi inspirasi untuk madrasah lainnya yang ada di Aceh Besar, ” ungkap H Salman.
Sementara kasubbag tata usaha Kemenag Aceh Besar H Khalid Wardana mengharapkan agar kegiatan literasi harus dikembangkan secara maksimal di madrasah.
“Apalagi saat ini memasuki era digital maka menjadi kebutuhan penting agar seluruh guru dan siswa mampu mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis, “terangnya.
“Berdasarkan paradigma baru literasi tidak hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi saat ini literasi sudah digunakan dalam aspek yang lebih luas seperti literasi media, literasi sains, literasi sekolah, literasi komputer dan sebagainya, “pungkasnya.
Secara terpisah pegiat literasi yang juga Ketua Komunitas Pena Negeri Kita (PaNeKa), Rusydi SAg juga memberikan apresiasi kepada MIN 27 Aceh Besar.
“Kegiatan literasi harus terus dilakukan tanpa henti bagaikan menjadi hal rutinitas sehari-hari seperti makan pagi, siang dan malam, ini menjadi kebutuhan kita, “tuturnya.
“Disaat sesuatu sudah menjadi kebutuhan akan merasa mencari dan berusaha dengan berbagai upaya dilakukan untuk melaksanakannya, “tambah Rusydi.
PaNeKa adalah komunitas menulis yang selama ini sudah mengadakan kegiatan menulis di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga masyarakat.
“Kami juga siap untuk turun ke madrasah-madrasah untuk menggelorakan kegiatan menulis, “imbuhnya.
“PaNeKa fokus kepada membentuk klub-klub menulis baik itu di sekolah, madrasah, kampus, dan kelompok serta lembaga masyarakat, “pungkas Rusydi.[]




















