kabardaily.com – Puisi
Oleh :Muklis Puna
hampir empat tahun nyanyian itu tak berdendang.
Itu nyanyian semusim, liriknya menarik menggoda jiwa
lirik nya berkisah tentang petuah satu pelita.
alat musik ditabuh tak beraturan membingungkan para pendengar
hampir empat tahun nyanyian itu tak berdendang
kini sudah mulai mengeliat, menyengat pencita asa yang belum terengkuh.
jika musik sudah ditabuhkan penyanyinya keranjingan jabatan
menerkam, menerjang, dan fitnah
itu syair pengantar dalam mengangkat martabat
hampir empat tahun pidato itu tak bergema.
mobil mogok tanpa aki sudah parkir dikantong-kantong pemilih
kalender-kalender kedaluarsa mulai disebarkan
kartu pengenal dengan gelar-gelar kaki lima masuk merasuk setiap saku kejujuran.
hampir empat tahun janji janji palsu itu tak membusur
kini manisan bercampur madu dituangkan di pungung-pungung penikmat politik.
tapi apa hendak dikata lidah hanya sejengkal
janji- janji kemakmuran terucap secara latah
ketika berkuasa baru terkejut sambil merajuk dan menelikung di tikungan.
hampir empat tahun KTP tak lekang di dompet-dompet lusuh
kini puluhan bal diperbanyak sebagai tangga menuju puncak bermartabat
berlusin-lusin sarung di toko kain mulai mencari sasaran.
beras-beras murah keluar dari lumbung untuk mengisi lambung pemilik KTP
hampir empat tahun hikayat itu tak bercerita
cerobong politik mulai berbenah karena acara sudah digelar.
kisah abu nawas mulai diperankan oleh badut badut demokrasi.
alur cerita memeras bola mata tak bernoda, tapi endingnya tetap tokoh utama sebagai pemenag
Lhokseumawe, 29 Februari 2016




















