KABARDAILY.COM – Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Bireuen, Ny Sadriah Mukhlis, menyampaikan optimisme tinggi bahwa Gampong Curee Tunong, Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen, mampu meraih prestasi gemilang dalam Lomba Gampong Mawaddah Warahmah (Gammawar) tingkat Provinsi Aceh tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan Sadriah saat mendampingi tim penilai PKK Provinsi Aceh melakukan verifikasi lapangan terkait pelaksanaan 10 program pokok PKK di gampong tersebut, Selasa (19/11/2024).
Sadriah juga menyebutkan bahwa penilaian ini memiliki makna lebih dari sekadar perebutan trofi. Momen ini adalah kesempatan emas bagi Curee Tunong untuk mengevaluasi kualitas program desanya.
”Kami ingin Curee Tunong bukan hanya menjadi peserta, tetapi menjadi contoh gampong yang berdaya dan berprestasi,” ujar Sadriah.
Ia pun berharap tim penilai dapat memberikan masukan konstruktif agar TP-PKK di semua tingkatan—kabupaten, kecamatan, hingga gampong—dapat terus meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.
Tim PKK Aceh hadir ke Curee Tunong tidak hanya untuk memeriksa kelengkapan administrasi, tetapi juga mengecek langsung realisasi program di lapangan. Wakil Bendahara TP-PKK Provinsi Aceh, Putroe Fajriah, menjelaskan bahwa indikator penilaian mencakup Kelompok Kerja (Pokja) 1 hingga Pokja 4.
Ia menekankan bahwa sinkronisasi data dengan kondisi riil sangat krusial.
“Data yang disampaikan tim gampong harus sesuai kenyataan lapangan agar penilaian menjadi valid dan objektif,” tegas Putroe.
Sementara itu, Sekretaris TP-PKK Gampong Curee Tunong, Nurul Azlina, menguraikan profil gampong yang terdiri dari 4 dusun dan 16 dasawisma. Tercatat, gampong ini menaungi 318 Kepala Keluarga (KK) dengan total penduduk sekitar 1.068 jiwa.
Nurul juga memaparkan berbagai inisiatif unggulan yang telah berjalan, mulai dari pendidikan keluarga, peningkatan kesehatan, pelestarian lingkungan hidup, hingga penguatan ekonomi kerakyatan. “Semua ini adalah wujud kesiapan gampong kami menghadapi lomba,” ujarnya
Pantauan media ini di lapangan, suasana penilaian berlangsung hangat dan meriah. Kedatangan rombongan tim penilai PKK Aceh disambut dengan tarian tradisional “Ranup Lampuan” sebagai simbol pemuliaan tamu (peumulia jamee) dan semangat kearifan lokal warga Curee Tunong.
Pada kesempatan terpisah, Mukhsen, S.Ag, Camat Simpang Mamplam kepada media ini menyampaikan gampong-gampong di wilayah kerjanya memiliki beragam potensi yang bisa dikembangkan, baik pertanian maupun perikanan. Ia berharap potensi itu bisa dijadikan sumber peningkatan ekonomi masyarakat. (MA)




















