Ketua MAA Aceh Besar Apresiasi Keberadaan Prodi Bahasa dan Sastra Aceh di UBBG

JANTHO,KABARDAILY.COM – Menanggapi langkah Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, yang telah membuka secara resmi Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh melalui SK Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Nomor 700/B/0/2025, Ketua MAA kabupaten Aceh Besar , Asnawi Zainun, SH, memberikan apresiasi setinggi-tingginya, Rabu 27 Agustus 2025.

Dia menyebut keputusan tersebut sebagai langkah tepat dan strategis untuk menyelamatkan bahasa dan sastra Aceh sebagai identitas bersama ureung Aceh.

Menurut Asnawi Zainun Bahasa Aceh tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi belaka, tetapi juga merupakan cerminan identitas dan warisan leluhur yang kaya akan nilai-nilai budaya, sejarah, dan kearifan.

“Dengan melestarikan bahasa dan sastra Aceh, kita dapat memastikan bahwa nilai-nilai tersebut tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ini juga membantu memperkuat rasa kebanggaan dan kesadaran akan akar budaya kita sendiri, “tambahnya.

Lebih lanjut Ketua MAA Aceh Besar itu mengatakan, jika merujuk pada Pasal 12 ayat (2) Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat dan Adat Istiadat, Pembinaan bahasa daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Pembinaan kehidupan adat dan adat istiadat di Aceh.

Asnawi mengharapkan agar generasi muda Aceh memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya dan segera mendaftarkan diri sebagai mahasiswa pada prodi S-1 Bahasa dan Sastra Aceh di Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, untuk dididik menjadi tenaga pendidik dan tenaga profesional bidang bahasa dan sastra Aceh.

Menutup keterangannya, Asnawi Zainun mengharapkan kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah kabupaten/kota di Aceh untuk mendukung sepenuhnya keberadaan Prodi Bahasa dan Sastra Aceh di UBBG, lebih jauh juga agar berupaya untuk mencari peluang rekruitmen guru-guru bahasa dan sastra Aceh pada semua tingkatan sekolah seluruh Aceh. []