Kegiatan Kokurikuler Lintas Mapel SMPN 3 Montasik Kunjungi Museum Meuseuraya, Digitalisasi Budaya Lokal

JANTHO,KABARDAILY.COM – Siswa-siswi bersama guru SMPN 3 Montasik melaksanakan Program Ko Kurikuler Lintas Mapel: Digitalisasi Budaya Lokal dengan berkunjung ke Museum Meseuraya, Museum Purbakala Kabupaten Aceh Besar, Selasa  2 September 2025.

Kepala SMPN 3 Montasik, Nazariana MPd mengatakan kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan integrasi lintas mata pelajaran untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap sejarah, budaya, sekaligus penerapan teknologi digital.

“Di museum, siswa diperkenalkan pada berbagai koleksi peninggalan sejarah, mulai dari artefak purbakala, naskah kuno, hingga benda-benda tradisional yang mencerminkan identitas masyarakat Aceh, “katanya.

Melalui kegiatan ini, setiap mata pelajaran memiliki peran dalam proyek pembelajaran:
IPS berfokus pada penggalian sejarah, asal-usul, dan makna budaya lokal dari koleksi museum.

Siswa menganalisis bagaimana peninggalan tersebut merefleksikan peradaban masyarakat masa lalu serta hubungannya dengan kehidupan masa kini.

Nazariana menjelaskan dalam kunjungan lintas mapel siswa diajak memaknai museum dari berbagai mapel itu sendiri diantaranya, Bahasa Indonesia mengarahkan siswa untuk menulis naskah berupa cerita rakyat, wawancara singkat dengan narasumber, serta deskripsi hasil pengamatan artefak. Hal ini melatih keterampilan menulis ilmiah sekaligus kreatif.

Selanjutnya mapel Seni Budaya memberi ruang kepada siswa untuk mengekspresikan pengalaman kunjungan dalam bentuk karya seni, seperti sketsa artefak, musik tradisional sederhana, atau desain kerajinan berbasis digital.

Mapel Informatika/TIK membantu siswa mendokumentasikan kegiatan melalui produksi video, editing audio-visual, dan publikasi konten secara online.

Siswa diajarkan keterampilan teknis sekaligus etika digital.
Bahasa Inggris berperan dalam penerjemahan hasil karya siswa, penyusunan subtitle video, dan pembuatan narasi global agar konten digital dapat diakses lebih luas oleh masyarakat internasional.

“Melalui kegiatan lintas mapel ini, siswa tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga mengembangkan Profil Pelajar Pancasila, yaitu, Menumbuhkan kewargaan dengan memahami sejarah dan budaya daerah, Melatih kreativitas melalui ekspresi seni dan karya digital, Mengasah penalaran kritis dalam menganalisis makna budaya lokal, Membiasakan kolaborasi dalam kerja kelompok lintas bidang, Menumbuhkan kemandirian melalui produksi karya digital secara mandiri, Memperkuat sikap beriman dan bertakwa dengan mensyukuri warisan budaya sebagai anugerah Tuhan, “paparnya.

“Kegiatan ini akan berakhir dengan adanya presentasi karya lintas mapel yang menampilkan gabungan hasil riset, tulisan, karya seni, video digital, dan narasi bilingual, “ujarnya.

“Hasil karya siswa dipublikasikan di platform sekolah sebagai bentuk dokumentasi dan inspirasi untuk generasi berikutnya, “tutup Nazariana alumnus S2 PMP UBBG ini.[*]