Banda Aceh,kabardaily.com – Ketua PD Ikatan Pustakawan Indonesia Aceh, Nazaruddin Musa berkesempatan Ngopi “Ngobrol Inspirasi” bersama Coach Dosi Elfian dalam program republik literasi, Kamis (30/6/2022).
Diskusi seputar literasi tersebut berlangsung di El Coffee, Jln. Cot Sibati, Rukoh Banda Aceh. Acara dimulai pukul 16.30 itu diawali dengan acara Open Mic.
.
Dosi Elfian selaku tuan rumah acara NGO-PI Ngobrol Inspirasi menyebutkan bahwa acara Open Mic merupakan salah satu yang untuk memberikan kesempatan kepada para peserta berlatih public speaking. Tiap minggu diberikan 5 slot untuk siapa saja yang ingin menggunakan kesempatan tersebut baik baik untuk anak-anak pajak maupun orang dewasa.
Tema yang disampaikan Nazar dalam grobol tersebut adalah Republik literasi. Ini terinspirasi dari paparan filsuf muda Indonesia Martin tentang filsafat gerakan literasi yang berlangsung di Eropa pada abad ke 17 dan 18. Dalam paparannya Nazar menyebutkan bahwa Republik literasi merupakan satu jeringan korespondensi para imajiner d dari beberapa negara Eropa. Lebih jauh Nazar memaparkan konsep literasi dalam perspektif Islam dan Barat. Dalam perspektif Islam literasi sering dihubungkan dengan iqra. Dengan demikian gerakan literasi dalam Islam Islam sudah berlangsung sejak lahirnya Islam.
Dengan merujuk pada penjelasan Ustaz Adi Hidayat dan KH Masykur bahwa makna Iqra bukan hanya membaca tetapi memahami dan mengamalkan. Interaksi juga berarti menyelidiki.Banyak ayat Alquran yang memerintahkan kepada umat manusia memperhatikan bagaimana alam ini diciptakan. Gerakan literasi telah mengalami sukses besar di awal masa keemasan Islam. Banyak para pemikir dan tokoh-tokoh terkenal dunia berasal dari intelektual muslim. Namun sangat disayangkan kejayaan literasi lalu kini redup dan bersinar di barat.
Perkembangan literasi di barat didorong oleh tiga faktor. Pertama, ditemukannya mesin cetak abad ke-17 oleh gutenberg. Penemuan ini berdampak pada meningkatnya produksi produksi tulisan.Kedua, terbentuknya jejaringan korespondensi para pemikir di Eropa. Ketiga lahirnya diskusi warung kopi.
Ketika pendorong ini menarik untuk disandingkan dengan keadaan era sekarang..Misalnya kehadiran internet itu identik dengan penemuan mesin cetak yang salah satu dampaknya terjadinya ledakan informasi.Idealnya ini akan meningkatkan produksi tulisan yang lebih banyak dibandingkan dulu.
Kedua, perkembangan media komunikasi terutama media sosial swharusnya juga mendorong diskusi literasi secara lebih luas dan konsiste. Ketiga, munculnya fenomena diskusi warung kopi terutama di Aceh yang bahkan telah dikenal dunia. Ketiga fenomena ini sebenarnya memiliki potensi besar untuk pengembangan literasi. Namun pada kenyataannya indeks literasi indonesia masih rendah.
Oleh karena itu Nazar mengajak generasi muda untuk mengenang kembali kejayaan literasi masa lalu dan bertekad untuk menjadikan literasi kembali berjaya di era teknologi yang menwarkan berbagai kemudahan ini.
*Kita sangat berharap tidak hanya masa depan Internet yang cemerlang seperti hasil survey kompas yang menyebutkan masa depan Internet terang, tetapi juga masa depan generasi Intenet*




















