Perpustakaan Gampong Meubaca Rusak Karena Banjir, Puluhan Ribu Buku Tak Terselamatkan

KABARDAILY.COM,BIREUEN – Bencana banjir yang menerjang Kabupaten Bireuen tidak hanya merusak rumah penduduk, tetapi juga melumpuhkan pusat literasi masyarakat. Gedung kepemudaan Gampong Leung Daneun, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, yang selama ini dipinjam pakai sebagai Perpustakaan Gampong Meubaca, kini tak bisa difungsikan.

Kerusakan terjadi pada hampir seluruh fasilitas di dalam perpustakaan. Tiga unit komputer yang menjadi sarana digital bagi pelajar terendam air, sementara kerugian terparah dialami puluhan ribu koleksi buku yang tidak dapat diselamatkan karena terendam lumpur dan air selama berjam-jam.

​Kepala Perpustakaan Gampong Meubaca, Mutiawati, S.Pd, mengatakan banjir tersebut adalah pukulan berat bagi upaya peningkatan literasi di gampong setempat.

​“Kami sangat terpukul. Seluruh fasilitas perpustakaan terdampak banjir. Komputer dan puluhan ribu koleksi buku kami rusak parah, sehingga untuk sementara aktivitas perpustakaan terhenti total,” ujar Mutiawati kepada media ini di Matang Geulumpang Dua, Minggu (14/12/2025).

​Menurutnya, perpustakaan yang selama ini menjadi pusat kegiatan membaca dan belajar masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan pelajar di Gampong Leung Daneun, kini praktis lumpuh.

​Perpustakaan Gampong Meubaca sendiri dikenal sebagai salah satu perpustakaan gampong paling aktif di Kabupaten Bireuen. Perpustakaan berbasis masyarakat ini bahkan pernah menorehkan sejumlah prestasi bergengsi di tingkat kabupaten dan provinsi. Kehadirannya dinilai berperan vital dalam meningkatkan budaya baca dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan gampong.

​Mutiawati berharap adanya perhatian dan dukungan segera dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun donatur, agar Perpustakaan Gampong Meubaca dapat secepatnya kembali beroperasi dan melayani masyarakat.

​“Kami mohon dukungan, terutama untuk penggantian koleksi buku yang sudah menjadi aset vital bagi pendidikan di sini,” tutupnya penuh harap. (MA)