ACEH TIMUR,KABARDAILY.COM – Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 (Kappija-21) Aceh melakukan Sosialisasi Mitigasi Bencana di SMAN 1 Kota Langsa, Rabu 3 September 2025.
Tim Sosialisasi di Kota Langsa dari Kappija 21, Dr. T Hasan Basri, dari IPSPI, Hessie, Risna, dan Ramadhani Arya Putra, dan dari UIN Arraniry, T. Zulyadi.
Kegiatan dilakukan di tiga Kabupaten Kota yaitu Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Kota Langsa dengan sasaran SMA dan MA.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Kappija-21 Aceh dengan Dinas Sosial Aceh, Prodi Kesos Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry, dan Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) Aceh.
Dr T Hasan Basri dari Kappija-21 Aceh menjelaskan kepada para siswa tentang sejarah Kappija-21 yang memiliki struktur dari pusat hingga tingkat provinsi dan juga kiprahnya dalam masyarakat.
“Anggota Kappija-21 terdiri atas berbagai elemen masyarakat, baik ASN, birokrat, pedagang, akademisi, profesional, pelaku bisnis yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga ke luar negeri, “ujar Hasan Basri.
Dalam kiprahnya Kappija -21 melakukan kegiatan-kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan sosialisasi berbagai hal yang dibutuhkan masyarakat.
“Dalam kesempatan ini Kappija-21 mengingatkan siswa tentang keberadaan daerah Aceh yang rentan dengan berbagai bencana alam, diantaranya gempa bumi, banjir, tanah longsor, kebakaran, badai dan bencana lainnya, “kata Hasan Basri.
Aceh pernah dilanda bencana dahsyat gempa dan Tsunami yang menyebabkan hilangnya nyawa 200-an masyarakat, untuk itu Hasan Basri meminta kepada para siswa agar terus waspada dan berhati-hati setiap saat yang mungkin saja terjadi bencana.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar sosialisasi mengenai Program Studi Kesejahteraan yang berada di bawah Fakultas Dakwah.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan UIN Ar-Raniry, T Zulyadi menjelaskan berbagai peluang kerja yang dapat diakses oleh lulusan Kesejahteraan Sosial.
Ia menegaskan bahwa bidang ini memiliki prospek luas, mulai dari lembaga pemerintah, lembaga sosial, hingga organisasi internasional.
Zulyadi memaparkan sejumlah kampus yang juga menyediakan Program Studi Kesejahteraan Sosial, sekaligus menekankan pentingnya peran pekerja sosial dalam mendukung pembangunan masyarakat.
Siswa SMAN 1 Kota Langsa menyambut kegiatan ini dengan antusias. Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru sekaligus memotivasi para siswa untuk mempertimbangkan jurusan Kesejahteraan Sosial sebagai pilihan studi di perguruan tinggi.
Mereka aktif bertanya mengenai Program Studi tersebut serta peran pekerja sosial dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi, siswa/i yang bertanya juga mendapatkan bingkisan menarik sebagai penyemangat.[*]




















