KABARDAILY.COM – Jurusan Seni Rupa dan Desain (JSRD) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua JSRD ISBI Aceh, Ichsan, dan diterima oleh Dekan FSRD ISI Bali, Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg., bersama jajaran pimpinan fakultas, termasuk wakil dekan dan Kepala Bagian Umum.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka. Ichsan mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya JSRD ISBI Aceh untuk mempelajari dan membandingkan berbagai model pengelolaan pendidikan tinggi seni.
“Ini kali kesekian saya belajar setelah dulu pernah menempuh pendidikan di sini. Sebagai perguruan tinggi seni yang masih relatif muda, ISBI Aceh perlu belajar dari kampus-kampus seni yang telah memiliki pengalaman lebih panjang,” ujar Ichsan.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah hal menjadi bahan diskusi, di antaranya pengelolaan jurusan dan program studi, mekanisme pendirian dan pengembangan program studi baru, struktur organisasi, serta model manajemen akademik.
Menurut Ichsan, benchmarking dilakukan untuk memperoleh gambaran dan pengalaman dari berbagai perguruan tinggi seni sebagai bahan pengembangan JSRD ISBI Aceh ke depan.
“Kami mempelajari bagaimana pengelolaan jurusan yang membawahi beberapa program studi, bagaimana proses pengembangan prodi, serta model manajemen yang diterapkan. Semua ini kami komparasikan dengan kebutuhan dan kondisi ISBI Aceh,” katanya.
Ia menambahkan, JSRD ISBI Aceh terus melakukan pembelajaran dari berbagai perguruan tinggi seni dalam rangka penguatan kelembagaan dan pengembangan akademik.
“JSRD memiliki keinginan untuk terus berkembang. Karena itu, kami perlu belajar dari berbagai kampus seni dan melihat model yang paling sesuai untuk dikembangkan di ISBI Aceh,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan FSRD ISI Bali, Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg., menyambut baik kunjungan JSRD ISBI Aceh. Ia menyebut kedatangan Ichsan ke ISI Bali juga memiliki hubungan emosional karena yang bersangkutan merupakan alumni kampus tersebut.
Menurutnya, pertukaran pengalaman antarlembaga menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi seni.
“Kami senang dapat berbagi dan menjalin kerja sama yang baik. Kami berharap perguruan tinggi seni, khususnya bidang seni rupa dan desain, dapat terus berkembang dan tumbuh bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ichsan juga menyampaikan gagasan pengembangan program studi baru di ISBI Aceh. Salah satu bidang yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan adalah Program Studi Arsitektur dengan pendekatan seni, budaya, dan kearifan lokal Aceh.
Menurutnya, keberadaan Program Studi Arsitektur di ISBI Aceh nantinya dapat menghadirkan pendekatan yang berbeda dengan menguatkan hubungan antara arsitektur, seni, kebudayaan, dan identitas lokal.
“Meskipun Program Studi Arsitektur telah tersedia di perguruan tinggi lain di Aceh, ISBI Aceh tentu dapat menghadirkan pendekatan dan warna yang berbeda, khususnya melalui perspektif seni dan kearifan lokal Aceh,” kata Ichsan.
Ia berharap pengembangan pendidikan arsitektur berbasis seni dan budaya dapat menjadi salah satu alternatif dalam melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan profesional sekaligus memahami kekayaan budaya lokal serta meningkatkan kualitas pendidikan seni rupa dan desain di ISBI Aceh.




















