KABARDAILY.COM – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh melalui seksi bimbingan masyarakat Islam menggelar kegiatan lepas sambut dan pembinaan aparatur sipil negara (ASN) di 5 kantor urusan agama kecamatan (KUA) yaitu Kuta Malaka, Sukamakmur, Simpang Tiga, Darul Kamal dan Lhoong, senin (14/9/2026).
KUA didorong untuk bertransformasi menjadi institusi pelayanan keagamaan yang hadir lebih dekat dengan masyarakat. KUA tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat mengurus administrasi pernikahan atau identik dengan persoalan cinta dan perkawinan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi ruang konsultasi, pembinaan serta wadah mencari solusi terhadap berbagai persoalan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
KUA harus menjadi pelopor gerakan ekoteologi sebagai program prioritas Kementerian Agama yang mengintegrasikan nilai nilai keimanan dengan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Di perlukan membangun kesadaran umat bahwa merusak lingkungan bertentangan dengan ajaran agama, sementara menjaga bumi adalah wujud nyata keimanan.
ASN, calon pengantin dan masyarakat perlu di gerakkan melakukan aksi nyata seperti menanam pohon, pemamfaatan lahan dan sistem pengolahan sampah.
Penegasan tersebut di sampaikan oleh Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar H Khalid Wardana MSi saat menyerahkan pohon produktif usai kegiatan pisah sambut kepala KUA Sukamakmur di Sibreh.
Pisah sambut KUA Sukamakmur di lakukan antara pejabat lama H Agus Suardi SAg dengan pejabat baru Murtadha SAg.Turut dihadiri oleh Camat Sukamakmur, Azhari SH MSi dan keluarga besar KUA Kecamatan Sukamakmur.
Lebih lanjut Khalid Wardana menekankan pentingnya peran KUA untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, KUA memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Karena itu, pelayanan KUA perlu terus dikembangkan, bukan hanya dalam urusan pencatatan dan pelayanan pernikahan, tetapi juga dalam pembinaan keluarga, penyuluhan agama, pencegahan konflik keluarga, serta pendampingan terhadap berbagai persoalan sosial keagamaan.
> “KUA harus terus bertransformasi. KUA tidak hanya hadir ketika masyarakat hendak menikah, tetapi harus hadir dalam berbagai persoalan masyarakat. Penyuluh agama, penghulu, dan seluruh jajaran KUA harus mampu menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan sosial dan keagamaan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sukamakmur Azhari, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala KUA yang baru. Ia berharap sinergi antara KUA, pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, tokoh agama, serta seluruh elemen.
Menurut Camat, keberadaan KUA di tengah masyarakat tidak sebatas menjalankan tugas administratif, tetapi juga diharapkan mampu memberikan edukasi dan pendampingan sehingga berbagai persoalan yang muncul di masyarakat dapat ditangani secara bijak dan bersama-sama.
Adapun Kepala KUA yang melakukan pisah sambut terdiri dari Mustamir SAg menjadi kepala KUA Kuta Malaka menggantikan H Muhammad Zaini MH, Murtadha SAg Kepala KUA Sukamakmur menggantikan H Agus Suardi SAg, Munawarsyah SHi MA kepala KUA Lhoong menggantikan Fuadi Yusuf SFil.I, Drs Jafaruddin menjadi kepala KUA Simpang Tiga menggantikan H Jalaluddin MA yang mendapat tugas sebagai kepala KUA Darul Kamal.




















