JARA Apresiasi Sikap Abusyiek Tidak Kedepankan Primodialisme dalam Event MTQ Ke-34

SANTERDAILY.COM | PIDIE—-Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA) mengapresiasi sikap Bupati Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik, dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Aceh ke 34 di Pidie. Rony Ahmad tidak menuntut kewajiban pada Qabilah Pidie agar menjadi Juara Umum dalam pelaksanaan even bergengsi tersebut.

“Biasa tuan rumah memasang target yang tinggi dan kemudian menjadi beban bagi panitia lokal sehingga melakukan lobi-lobi hingga intervensi ke dewan hakim sehingga tidak fair play. Tapi di Pidie fenomena itu sama sekali tidak ada, dan ini harus diapresiasi,” kata Juru Bicara JARA, Muhammad Nur, kepada para wartawan usai pihaknya melakukan evaluasi penyelenggaraan MTQ Aceh Ke-34 di Sigil, Sabtu (29/9).

“Roni Ahmad alias Abusyik sejak lama berulang kali menyampaikan pesan agar MTQ Aceh di Pidie menjadi ajang penyeleksi kader-kader terbaik Aceh untuk dikirim ke ajang serupa di tingkat nasional. Nanti nama Aceh yang dibawa, bukan nama kabupaten/kota,” ujar Muhammad Nur mengutip pesan Bupati Pidie.

Sikap tersebut dinilai Muhammad Nur sebagai sikap kenegarawanan pemimpin dengan itikad sungguh-sungguh untuk melahirkan generasi Qurani di Aceh sesuai dengan kemampuan peserta masing-masing qabillah dari seluruh kabupaten di Aceh.

“Saya mengapresiasi sikap Abusyiek, tidak mengedepankan primodialisme sebagai tuan rumah di Pidie. Sikap kebesaran hati tersebut sebagai bentuk dukungan bupati terhadap pelaksanaan Syariat Islam di Aceh”, sebut M Nur.

Muhammad Nur, menambahkan masyarakat Pidie pada umumnya memiliki bawaan tubuh dengan mempercayai alam sebagai penyeleksi kemampuan personal, karena itu sikap legowo Abusyiek dalam MTQ ke 34 tersebut sebagai karakter masyarakat Pidie pada umumnya.

“Sikap netral, objektif dan tidak primordial itu harus ditiru oleh tuan rumah berikutnya,” pesan Muhammad Nur yang dosen Universitas Serambi Mekkah itu. []