Jaga Ketahanan Pangan, Manfaatkan Lahan Kosong di Lingkungan Rumah Ataupun Tempat Kerja

KABARDAILY.COM,KOTA JANTHO  -Dalam rangka menjaga ketahanan pangan, kita masyarakat, pegawai, dan segala lapisan masyarakat dapat melakukan usaha dengan mudah memanfaatkan lahan kosong di lingkungan rumah maupun tempat kerja.

Ketahanan pangan rumah tangga adalah kondisi terpenuhinya pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau bagi seluruh anggota keluarga setiap waktu.

Ini dicapai melalui akses fisik/ekonomi, pemanfaatan pekarangan, serta pola konsumsi bergizi.

Strategi utamanya meliputi diversifikasi pangan lokal dan budidaya mandiri seperti lele/sayur/tomat/cabe/gambas/mentimun dan varietas lainnya.

Aspek Utama Ketahanan Pangan Rumah Tangga:

1. Ketersediaan: Adanya stok bahan makanan di rumah, baik dari hasil usaha sendiri (pekarangan) maupun pembelian.

2. Aksesibilitas: Kemampuan ekonomi rumah tangga (pendapatan) untuk membeli pangan yang berkualitas.

3. Pemanfaatan: Kemampuan tubuh menyerap gizi dari makanan yang dikonsumsi, ditunjang oleh keragaman makanan.

Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga:

1. Pemanfaatan Lahan Pekarangan: Menanam tanaman pangan, sayuran, dan obat-obatan (apotek hidup) di lahan sempit.

2. Budidaya Mandiri: Budidaya ikan dalam ember (budikdamber) atau beternak skala kecil.

3. Diversifikasi Pangan Lokal: Mengonsumsi karbohidrat non-beras seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung, atau sukun.

4. Manajemen Pengeluaran: Meminimalkan proporsi pengeluaran pangan (ideal <60% pendapatan) agar rumah tangga tidak rentan.

Indikator Rumah Tangga Tahan Pangan:

1. Proporsi pengeluaran untuk pangan rendah (<60% dari total pengeluaran).

2. Tingkat konsumsi energi cukup (>80% dari kecukupan energi).

Kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga, bahkan di perkotaan, terbukti dapat meningkatkan kualitas gizi dan mengurangi biaya konsumsi harian.