JAKARTA,KABARDAILY.COM – Art in Motion (AiM) Culture Forward kembali diselenggarakan di Erasmus Huis, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Jakarta, pada 10-11 Februari 2025.
Acara yang bertujuan untuk memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Belanda melalui seni, sekaligus menjadi wadah bagi para seniman muda untuk berkolaborasi dan berbagi gagasan kreatif ini mengajak 9 mahasiswa seni dari seluruh Perguruan Tinggi Seni se-Indonesia yang dihimpun oleh BKS PTSI serta 4 mahasiswa Belanda yang bergabung secara daring dari Indonesia House Amsterdam.
Kordinator Pusat Urusan Internasional, Nisa Putri Rachmadani, S.T., M.Ds mengatakan bahwa workshop ini tidak hanya pertukaran seni, tetapi menjadi jembatan yang menghubungkan Indonesia dan Belanda melalui kekuatan kreativitas anak muda.
“Dengan perbedaan waktu 6 jam, para peserta tetap bersemangat dalam sesi diskusi virtual, brainstorming, dan interaksi budaya, membuktikan bahwa seni tidak mengenal batas. Seni dengan Bahasa universalnya dapat menyatukan segala elemen kebudayaan”, ujarnya.
Kegiatan kedua Art in Motion dibuka pada tanggal 10 Februari 2025 oleh Direktur Erasmus Huis, Bapak Nicolaas de Reg serta turut hadir Dubes Belanda untuk Indonesia, Bapak Marc Gerritsen. Kegiatan ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan, yaitu pre-workshop, workshop, dan pameran.
Dalam rangkaian kegiatan ini, para peserta diajak untuk menciptakan instalasi seni kolaboratif yang akan menjadi simbol peringatan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) dan dipamerkan dalam perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025.
Pada tahapan pre-workshop, mahasiswa diminta untuk membuat Inspiration Board dengan tema masa depan cerah bagi Indonesia dan Belanda.
Dalam bentuk kolase, mereka menggambarkan visi dan harapan mereka terhadap hubungan kedua negara ke depan. Langkah selanjutnya, para peserta akan mengubah ide dan konsep yang telah mereka susun menjadi prototipe karya seni, yang kemudian akan dipamerkan di Erasmus Huis, Jakarta.
Rektor ISBI Aceh Prof. Dr. Wildan, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini yang dapat menjadi wadah kreatifitas dan diplomasi budaya.
“Perlahan tapi pasti, talenta-talenta kreatif ISBI Aceh telah mampu berkiprah di event yang bertajuk internasional. Pameran ini juga menjadi bukti nyata bagaimana seni dapat menjadi alat untuk mempererat hubungan diplomasi budaya antara Indonesia dan Belanda”, ujarnya.
Dalam kegiatan ini, peserta dibimbing oleh 3 pengajar, yaitu Rob Hammink, Ronald van de Cappelle dan Quirine van Heeren yang didatangkan khusus dari Belanda. Rob Hammink sang inisiator AiM, adalah seorang penulis yang dikenal dengan karyanya, termasuk novel Jodoh. Selain itu, ia merupakan reporter senior internasional untuk De Telegraaf dan pernah berperan dalam adaptasi film Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.
Rob berharap dengan berlangsungnya kegiatan ini dapat terus mempromosikan sejarah dan kerja sama budaya antara Indonesia dan Belanda. “Mari sama-sama kita terus mendorong kolaborasi seni melalui proyek kreatif yang melibatkan seniman muda, menggali perspektif masa depan melalui ide-ide inovatif dari generasi muda, serta membuka peluang kerja sama komersial melalui Atase Perdagangan dari kedua negara”, tegasnya.
ISBI Aceh mengirim Shopia Nurul Azizah dari Program Studi Seni Tari sebagai perwakilan dalam kegiatan ini. Shopia membawa konsep yang terinspirasi dari gerakan utama tari Seudati, yang dikenal dengan semangat, keberanian, keceriaan, serta kekompakan dan kebersamaan.
“Nilai-nilai tari seudati kemudian dikembangkan dalam konsep Instalasi Seni, diubah menjadi gerakan tari kontemporer yang merefleksikan harmoni dan kebersamaan antara Indonesia dan Belanda dalam menyongsong masa depan”, tutupnya.




















