Ikamat Bekerjasama dengan PLI Gelar Seminar dan Ekspo Internasional

Selain itu, acara yang dimulai dengan tapak tilas sejarah hubungan Aceh dan Turki Utsmani ini mengajak generasi muda untuk mengenal dan membaca kembali identitas sejarah untuk kemajuan Aceh di masa depan.

“Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal identitasnya sebagaimana Jepang, Korea, Jerman, dan juga Turki sendiri,” ujar Darlis.

Darlis menambahkan, di Turki makam para pendahulu bangsa sangat dihormati dan dipugar dengan sangat indah dijadikan taman-taman di tengah kota. “Hal ini yang kontras terlihat di Aceh yang sempat mau dijadikan tempat pembuangan limbah manusia,” tegasnya.

Ikamat juga menawarkan kerjasama pendidikan antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Turki. Hal ini menurut Darlis berdasarkan Undang-undang Pemerintah Aceh No.11 tahun 2006. “Ini merupakan kesempatan yang baik untuk memulai menurut saya. Kenapa dengan Jerman kita bisa melakukan kerjasama bersama lembaga DAAD, kenapa dengan Turki tidak?” pungkas Darlis.