Dosen ISBI Aceh Latih Warga Binaan Rutan Jantho Lewat Tari Likok Pulo untuk Peringatan HUT ke-80 RI

JANTHO,KABARDAILY.COM  –  Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Jantho menggelar acara Penyerahan Remisi Umum dan Remisi Dasawarsa bagi narapidana pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Kegiatan berlangsung khidmat dan turut dihadiri Bupati Aceh Besar beserta wakilnya, Kepala Rutan Jantho, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta keluarga warga binaan.

Remisi yang diberikan merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang berkelakuan baik dan aktif mengikuti program pembinaan. Tahun ini, sejumlah narapidana menerima pengurangan masa hukuman bervariasi mulai dari satu hingga enam bulan, bahkan beberapa di antaranya langsung dinyatakan bebas setelah memperoleh remisi.

Untuk memeriahkan momentum bersejarah tersebut, Rutan Jantho menghadirkan pertunjukan seni dari warga binaan yang telah dibina melalui kegiatan pengabdian masyarakat dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh. Pertunjukan menampilkan tari tradisional Aceh, Likok Pulo, sebuah tarian yang sarat nilai budaya dan memiliki makna historis mendalam.

Tim dosen ISBI Aceh yang terlibat dipimpin oleh Rizki Mona Dwi Putra, S.Sn., M.Si., dengan anggota Rico Gusmanto, S.Sn., M.Sn., Dwindy Putri Cufara, S.Sn., M.Sn., dan Muhammad Tahir, M.S. Mereka melaksanakan pelatihan intensif selama 9–17 Agustus 2025, melibatkan warga binaan Rutan Jantho sebagai peserta utama.

Ketua tim pengabdian, Rizki Mona, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teknik gerak dan koreografi, tetapi juga menanamkan pemahaman nilai budaya yang terkandung dalam tarian Likok Pulo. “Kami ingin seni menjadi media pembinaan yang mendidik, sekaligus memberi kesempatan warga binaan untuk mengekspresikan diri secara positif,” ujarnya.

Proses latihan dilakukan bertahap, mulai dari pengenalan dasar gerak, latihan koreografi, hingga simulasi pertunjukan yang menyerupai kondisi panggung sebenarnya. Tim dosen juga memberikan pendampingan dalam aspek artistik seperti tata busana, tata panggung, dan penataan teknis agar pertunjukan tampil maksimal di hadapan tamu undangan.

Kepala Rutan Jantho dalam sambutannya menyebutkan bahwa seni budaya menjadi bagian penting dalam pembinaan kepribadian warga binaan. “Remisi bukanlah hadiah semata, tetapi hasil nyata dari kesungguhan warga binaan mengikuti pembinaan. Melalui seni, mereka dilatih disiplin, kerjasama, dan rasa percaya diri yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” katanya.

Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ISBI Aceh, Saniman Andi Kafri, M.Sn. Ia menegaskan bahwa keterlibatan ISBI Aceh di Rutan Jantho membuktikan seni bisa menjadi media transformasi sosial. “Kami ingin menunjukkan bahwa seni bukan hanya milik panggung atau kampus, tetapi juga bisa hadir di ruang-ruang pembinaan seperti rutan. Ini bentuk kontribusi nyata ISBI Aceh dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan,” tutur Saniman.

Partisipasi ISBI Aceh dalam kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga pemasyarakatan dalam menciptakan pembinaan yang lebih humanis. Hasil pelatihan pun tampak jelas saat warga binaan tampil percaya diri membawakan tari Likok Pulo di hadapan tamu kehormatan.

Melalui kegiatan pengabdian ini, ISBI Aceh tidak hanya meningkatkan keterampilan seni warga binaan, tetapi juga menanamkan semangat kebersamaan, rasa cinta budaya, serta motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Momentum HUT ke-80 RI pun menjadi saksi bahwa seni mampu menjadi jembatan menuju pembinaan yang lebih bermakna.